Breaking News:

PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Batanghari akan Lakukan Swab PCR Masif hingga Kecamatan

dr Elfi Yennie mengatakan Pemerintah Pusat sudah mengumumkan ada 45 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang paling berisiko dalam penularan Covid-19.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Hendro sandi/tribunjambi
Ilustrasi petugas membubarkan pemuda yang nongkrong tak pakai masker. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengatakan Pemerintah Pusat sudah mengumumkan ada 45 kabupaten/kota diseluruh Indonesia yang paling berisiko dalam penularan Covid-19.

45 kabupaten/kota itu yang saat ini masuk dalam daftar PPKM level 4.

Kabupaten Batanghari berada dalam urutan ke 20 dan menyusul Kota Jambi, serta Kabupaten Merangin.

Dinkes akan tingatkan testing dan treacing supaya bisa menekan laju kasus Covid-19.

“Kita akan lakukan testing, dalam hal ini swab PCR secara masif sampai ke tingkat kecamatan,” kata dr Elfi Yennie beberapa waktu belakangan ini.

Dia mengatakan puskesmas di Batanghari agar bisa melakukan pengambilan spesimen sendiri sehingga bisa lebih cepat dalam mencapai target testing yang memang dipersyaratkan dalam PPKM level 4.

“Kita optimalkan peran dari Satgas di tingkat desa/kelurahan karena selama ini masih cukup sulit mengajak masyarakat agar mereka mau dilakukan Swab-PCR hal ini bermaksud untuk memutus rantai penularan dengan penanganan yang lebih tepat,” ujarnya.

Kasus kematian yang juga meningkat berapa pekan belakangan ini dr Elfi ingatkan kepada masyarakat agar mau dirujuk bilamana seharusnya dirujuk agar bersedia.

"Rata-rata yang meninggal banyak yang masuk dalam keadaan berat," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Mayat Laki-laki Mengapung di Ancol Kota Jambi

Baca juga: Cerita Sekolah Negeri Bernuansa Islam di Sudut Kota Jambi

Selama ini banyak masyarakat merasa tidak apa-apa dengan penyakitnya, namun pada akhirnya masuk ke rumah sakit dalam kondisi berat.

“Masuk ke rumah sakit dalam kondisi berat sulit untuk ditolong tapi kalau mereka masuk dalam kategori sedang tentu akan lebih banyak manfaatnya dalam penanganan di rumah sakit artinya untuk menyelamatkan mereka,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved