Cerita Sekolah Negeri Bernuansa Islam di Sudut Kota Jambi
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri bernuansa sekolah Islam terletak di sudut Kota Jambi.
SD Negeri 44/IV namanya, terletak di Jalan KH. A Majid, RT 02, Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi.
Jika ingin menuju SD tersebut, dari pusat Kota Jambi akses jalannya melalui jembatan panjang menghubungkan tanah yang dibelah Sungai Batanghari.
Tribunjambi.com sempat berbincang dengan Mursidah, Kepala SD tersebut yang dahulu juga merupakan murid di tempatnya mendedikasikan ilmunya kini.
Sekolah negeri yang dinaungi pemerintah bak sekolah Islam yang dinaungi kemenag, dan menanamkan sebagian besar nilai-nilai keislaman pada banyak kegiatannya.
Hampir bisa dibilang kebutuhan, karena masyarakat di sekitar sekolah tersebut juga kental dengan budaya Islamnya.
Sejauh ini, siswa sekolah tersebut pun masih terus terisi pemeluk agama Islam.
Walaupun sebenarnya, sekolah itu merangkul siswa pemeluk agama manapun.
Ada beberapa rutinitas yang melestarikan ritual-ritual keislaman.
Ada kegiatan dilakukan pengajian yang dilakukan saat Jum'at tiba, yaitu berupa pembacaan surah Yasin bersama-sama.
Lokasinya yaitu di lapangan sekolah, dengan dipasang terpal untuk alas peserta duduk.
Pada saat pembacaan Yasin di lapangan itulah siswa tahfidz dalam sebulan sekali akan ditampilkan.
Artinya empat kali acara baca surah Yasin, maka satu kali di antara acara tersebut diselipkan penampilan siswa membacakan hafalan Alquran bagi yang mengikuti program tahfidz.
Bagi yang bacaannya sudah separuh anak-anak tersebut akan ditampilkan.
Hafalan memang diterapkan dari juz 30 Alquran.
Target sekolah tersebut anak-anak dapat menghafal juz 30 dalam Alquran ketika lulus dari SD.
Tetapi, ada juga anak yang telah menyelesu hafalan juz 30 sebelum ia lulus SD.
Alhasil, pihak sekolah menyarankan untuk terus melanjutkan hafalannya pada juz 29, lalu juz 1 Alquran.
Selain tahfidz, ada juga program dai di SD tersebut.
Jadi ketika penampilan tahfidz saat empat Jum'at sekali dilakukan, siswa yang ikut program dai juga diikut sertakan.
Setiap kelasnya akan diberitahukan kapan akan tampil.
Sehingga anak-anak tersebut dapat mempersiapkan diri untuk tampil pada Jum'at yang akan datang.
"Misalnya Jum'at ini dari 4A, Jum'at selanjutnya 4B, itu gantian," kata dia.
Tujuannya penampilan ini yaitu untuk melatih mental para siswa tersebut.
Supaya siswa terbiasa tampil di depan khalayak ramai.
Jika siswa telah selesai tampil pada acara tersebut pihak sekolah akan memberi reward (penghargaan).
Penghargaannya tidak besar, hanya beberapa jajanan warung yang diberikan Kepala Sekolah langsung pada anak kelas rendah tersebut.
Jika anak tersebut kelas 3 ke atas, maka akan diadakan khatam Al-Qur'an.
Penampilan anak saat hari itu tiba sangat dinanti keluarganya.
"Terkadang, orang tuanya ngintip dari belakang acara ini, mereka senang," lanjutnya.
Sebenarnya tidak sepenuhnya kegiatan penunjang di sekolah ini berbau religi.
Ada drumband, polisi cilik (Pocil), serta Pramuka.
Yang semuanya juga dikontrol pergerakannya.
Jadwal siswa diluar akademik yang lumayan padat dalam tiap pekannya ini, diusahakan untuk selalu produktif.
Namun saat ini pandemi Covid-19, semua kegiatan menjadi terhenti.
Hanya tahfidz Al-Qur'an yang masih terus berjalan, dan diawasi guru sekolah tersebut secara daring.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/sd-negeri-44iv.jpg)