DPRD Bungo Ancam Mogok

Anggota DPRD Bungo Ancam Mogok Kerja Dianggap Tindakan Cengeng

Pengamat Politik Jambi, Bahren menanggapi video sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bungo yang mengancam melakukan aksi mogok kerja

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Bahren 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengamat Politik Jambi, Bahren menanggapi video sejumlah anggota DPRD Bungo yang mengancam melakukan aksi mogok kerja jika uang perjalanan dinas atau uang SPPD tak kunjung dicairkan.

Bahren menyebut sebetulnya hal tersebut merupakan persoalan administrasi.

Namun dirinya sangat menyayangkan hal tersebut, karena munculnya video itu menunjukkan sejumlah anggota dewan tidak memiliki nilai-nilai kenegaraan.

"Ini kan menandakan mereka yang tidak memiliki nilai-nilai kenegarawanan. Saya melihat ini cengeng," ungkapnya.

Walaupun mereka menyebut itu hak, ucapnya, tapi harusnya dewan tidak lah harus berbuat demikain.

"Walaupun mereka menyebut itu hak, tapi Anda dipilih rakyat untuk menjadi negarawan, untuk menjadi pemimpin. Ingat ada hak rakyat juga," ungkapnya, Kamis (12/8/2021).

Lebih lanjut, secara tegas Bahren menganggap tindakan yang dilakukan oleh anggota dewan tersebut menurunkan citra mereka sebagai seorang dewan.

"Yang kita tidak setuju itu mengancam itu tidak mau rapat, dan lainnya. Mereka menunjukan bahwa mereka bekerja bukan untuk kemajuan Bungo, tapi untuk ngurus kantong sendiri," tuturnya.

Baca juga: Heboh Video Viral DPRD Bungi, Ketua DPD PDIP Jambi Edi Purwanto Akan Beri Sanksi ke Kader Terlibat

"Kita tidak menyebutkan siapa, tapi kita sangat menyayangkan," pungkasnya.

Kader PDIP Dipanggil

Beberapa hari yang lalu viral video yang memperlihatkan sejumlah anggota DPRD Bungo mengancam mogok kerja jika uang perjalanan dinas tidak dicairkan.

Aksi para anggota dewan ini mendapat tanggapan dari Edi Purwanto, Ketua DPD PDI Perjuangan yang juga ketua Ketua DPRD Provinsi Jambi,

Ia memberikan sikap tegas, dan akan memanggil kader Partai PDIP yang terlibat dalam video tersebut.

Ia memastikan akan memanggil kader yang terlibat dalam video yang viral di jagad maya tersebut.

"Bagi kader yang terlibat akan kita mintai keterangan di hari Jumat ini," ucapnya, Kamis (12/8/2021).

Dia mengatakan sangat prihatin dan menyayangkan video tersebut.

"Tidak ada alasan apapun membenarkan (isi tuntutan) video tersebut," katanya.

Edi menambahkan dirinya akan memberikan sanksi tegas pada dewan yang tersangkut sesuai dengan aturan-aturan di kepartaian.

Baca juga: Viral Video Anggota DPRD Bungo, Syaiful Acik Bilal: Terlalu Menyepelekan Dewan

"Partai akan memberikan tindakan tegas kepada yang bersangkutan sesuai dengan AD/ART Partai," tegasnya.

Heboh Video Dewan

Diberitakan sebelumnya, heboh anggota DPRD Bungo yang membuat video protes ancam tidak ikut paripurna.

Ternyata video ini muncul akibat belum cairnya uang perjalanan dinas anggota dewan.

Video tersebut kini viral di media sosial, dan mendapatkan tanggapan beragam dari pengguna media sosial.

Anggota DPRD Bungo, Syaiful Acik Bilal membenarkan orang-orang yang ada di video tersebut merupakan rekan-rekannya di dewan.

Pengakuannya, video itu bukanlah video baru, tapi sudah direkam sejak beberapa bulan lalu.

"Itu video lama," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (10/8). Dia menyebut video itu dulu dibuat karena SPPD belum cair.

Namun, ucapnya, video itu baru keluar saat ini, karena uang perjalanan dinas atau SPPD belum juga cair hingga kini.

Baca juga: Uang Perjalanan Dinas DPRD Bungo Belum Cair, Inilah yang Mereka Lakukan

"Sekarang baru disebar kawan-kawan, karena sampai sekarang SPPD kami belum juga dibayar pemda," jelas pria yang yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Bungo itu.

Menurutnya, tuntutan mereka juga belum digubris pemerintah daerah hingga video itu beredar luas.

"Nampaknya Pemda Bungo tidak menghargai dewan dan terlalu menyepelekan dewan," tambahnya.

Pada video yang sedang viral tersebut, beberapa anggota dewan menyuarakan hak mereka dan sambil meminta bantuan kepada Pimpinan DPRD.

Baca juga: Viral Video Protes Anggota DPRD Bungo Ancam Mogok Paripurna, Ternyata Terkait Uang

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved