Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Kristen - Kasih Tuhan yang Melintasi Ruang dan Waktu

Bacaan ayat: Mikha 7:20 (TB) Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan b

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Ia berkhotbah menentang dosa-dosa ketidakadilan, penindasan para petani dan penduduk desa, keserakahan, kekikiran, kebejatan dan penyembahan berhala, dan mengingatkan akan dampak yang berat jikalau umat itu dan pemimpinnya terus bersikeras melakukan kejahatan.

Ia meramalkan kejatuhan Israel dan ibu kotanya Samaria dan juga kejatuhan Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem.

Pelayanan kenabian Mikha terjadi pada masa pemerintahan tiga raja Yehuda: Yotam (751-736 SM), Ahas (736-716 SM) dan Hizkia (716-687 SM).

Walaupun sebagian dari nubuat Mikha diberitakan pada masa pemerintahan Raja Hizkia, sebagian besar mencerminkan keadaan Yehuda sementara pemerintahan Yotam dan Ahas sebelum pembaharuan religius di bawah pimpinan Hizkia.

Tidak dapat disangkal bahwa pelayananannya ikut berperan dalam membawa kebangunan rohani dan pembaharuan di bawah Raja Hizkia yang saleh.

Salah satu pesan yang dibawa oleh Mikha bahwa Allah itu mengasihi umat dengan kasih yang kekal.

Peringatannya kepada para raja yang korup dan melakukan kejahatan disandingkan dengan nubuat tentang penghukuman yang Allah akan lakukan jika mereka tidak bertobat.

Pada sisi lain, dalam doanya, Mikha mengimani bahwa Allah itu kasih kepada orang-orang percaya pada masa lampau. "Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!"

Kasih Allah itu kekal. Dalam kekekalan Allah mengasihi umat-Nya dari masa ke masa. Kasih Allah itu tidak dibatasi ruang dan waktu.

Pengalaman hidup para leluhur yaitu Abraham, Ishak dan Yakub, yang dipilih dan disertai memberikan bukti yang akurat bahwa Allah itu kasih adanya.

Meskipun seringkali Allah murka karena kejahatan yang dilakukan oleh manusia, namun untuk kesekian kalinya pula Allah menunjukkan kasih dan setidaknya.

Menjalani kehidupan pada masa kini, tidak bisa dihindari jatuh bangun dalam dosa sering terjadi.

Namun faktanya praktek kasih masih dapat kita lakukan meskipun kita jatuh dalam kejahatan. Jika kita yang jahat masih bisa mengasihi, maka dipastikan bahwa terlebih lagi Allah bagi kehidupan kita.

Banyak hal yang membuat kecewa. Kegagalan, sakit penyakit, berbagai-bagai kekecewaan, seharusnya tidak membuat kita ragu akan kasih Allah yang abadi.

Pengalaman kehidupan cukup menjadi bukti bagi kita untuk yakin bahwa Allah terus mengasihi.

Apapun yang terjadi, yakinlah bahwa dalam peristiwa tersebut selalu ada kasih Allah yang disematkan.

Amin.

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved