Sahabat Rasulullah
Abdullah bin Rawahah, Sahabat Nabi yang Penyair dan Komandan Perang
Suatu ketika sahabat Nabi, Abdullah bin Rawahah radiallahu anhu dibuat bersedih tatkala turun Surat Asy Syu’ara ayat 224. Ia adalah seorang penyair
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM - Suatu ketika sahabat Nabi, Abdullah bin Rawahah radiallahu anhu dibuat bersedih tatkala turun Surat Asy Syu’ara ayat 224.
Ia adalah seorang penyair yang dikenal di kalangan umat Islam. Tak heran ketika ayat yang menceritakan mengenai penyair itu turun ia pun bimbang.
“Penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.” (QS Asy Syu’ara:224).
Namun ia kembali begembira setelah ayat selanjutnya diturunkan Allah SWT.
“Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.” (QS Asy Syu’ara:227)
Abdullah bin Rawahah termasuk sahabat Nabi yang awal-awal memeluk Islam.
Ia mengikuti Baiat Aqabah I dan Baiat Aqabah II. Mengutip buku Rijal Haula Rasulullah SAW karya Khalid Muhammad Khalid, disebutkan bahwa Rasulullah menyukai syair Abdullah bin Rawahah.
Baca juga: Abdullah bin Zubair, Sahabat Nabi yang Wafat Sebagaimana Ayahnya Wafat
Baca juga: Ketika Rasulullah Melarang Sahabat Nabi Membunuh Dua Orang Ini Saat Perang
“Bagaimanakah engkau melantukan syair ketika hendak melantunkannya?” tanya Nabi Muhammad suatu ketika.
“Aku berpikir kemudian baru mengucapkannya,”.
Dalam sejumlah peperangan, ia melantunkan syair sebagai penyemangat. Abdullah bin Rawahah antaralain ikut Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Hudaibiyah dan Perang Khaibar.
Ia merupakan komandan perang kaum Muslimin yang ketiga setelah Zaid bin Harits dan Ja’far bin Abi Thalib.
Ketika mereka berperang menghadapi sekitar 200 ribu pasukan Romawi Abdullah bin Rawahah mengobarkan semangat kaum Muslimin.
“Wahai kaumku, demi Allah kita tidak akan memerangi musuh dengan banyaknya pasukan dan kekuatan. Sungguh kita tidak memerangi mereka kecuali karena agama yang dengannya Allah telah memberi kehormatan kepada kita. Karena itu majulah karena yang ada hanyalah salah satu dari dua kebaikan; menang atau gugur sebagai syuhada.”
Baca juga: Sahabat Nabi yang Gemetar Ketika Nabi Berada di Rumahnya
Abdullah bin Rawahah akhirnya syahid dalam peperangan di Syam ini.
Kabar kematian sahabat Nabi itu sampai kepada Nabi yang tengah berada di Madinah bersama sahabat yang lain.
Zaid bin Harits disusul syahidnya Ja’far bin Abi Thalib dan kemudian Abdullah bin Rawahah. “Mereka dihadapkan kepadaku di surga.” Ujar Rasulullah ketika itu. (*)
Baca juga: Doa-doa yang Diucapkan Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq, Meminta Husnul Khatimah