Moeldoko Sebut Jokowi Panglima Tertinggi dalam Penanganan Covid-19: Jangan Lagi Didiskusikan

Moeldoko mengatakan, meski ada banyak tokoh yang tugaskan di lapangan, namun semuanya tetap dalam satu komando yaitu dari Presiden Jokowi.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Istimewa
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko 

"Jadi hal-hal yang menjadi persoalan sekarang ini sungguh telah direspons dengan cepat dan baik oleh pemerintah. Jadi jangan lagi didiskusikan. Buktinya tadi saya katakan, begitu presiden menerima laporan distribusi logistik, apa yang dilakukan. Panglima TNI siapkan pesawat untuk selesaikan itu," jelas Moeldoko.

"Sekali lagi janganlah membuat persoalan tidak penting di sini. Kritik silakan tetapi marilah terlibat bersama-sama untuk penyelesaian Covid-19 ini. Kita mengajak semuanya. Kalau pun tidak mau terlibat ya enggak apa-apa silakan saja," kata Moeldoko.

Sebelumnya sejumlah tokoh mendesak Presiden Jokowi memimpin langsung penanganan pandemi Covid-19. Jokowi diminta tidak lagi menunjuk menteri untuk mengawal penuntasan pandemi.

Salah satu desakan datang dari Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution.

Ia menilai, langkah ini dinilai perlu dilakukan Jokowi karena kasus penularan Covid-19 sudah semakin mengkhawatirkan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga mendesak hal serupa.

Fadli berpendapat, Jokowi perlu memimpin langsung penanganan Covid-19 agar semua kementerian dan lembaga fokus menghadapi darurat pandemi bersama-sama.

Adapun Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla sempat menyebut terlalu banyak organisasi dalam penanganan pandemi di Indonesia.

Padahal, seharusnya bisa di bawah satu komando yang sama saja.

"Iya, harus lebih simpel direction ke bawah dan harus full time. sehingga hari ini harus bicara Covid, harus soal isolasi, harus bicara disiplin, bicara ekonomi lagi," kata JK.

Hal senada diungkapkan Megawati yang menurutnya penanganan pandemi harusnya dilakukan oleh Satgas Covid-19.

"Coba tolong dipikirkan. Saya mau ngomong ke Pak Jokowi, siapakah yang harus pegang komando. Sekarang Satgas pandemi kan ada, harusnya kan itu, ya, sudah begitu. Tapi yang saya lihat lapangan semua bisa dibilang jak-jakan. Saya enggak sabaran," kata Megawati, Rabu (4/8/2021).

Berita Terkait Lainnya

Sumber : TRIBUNNEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved