Olimpiade Tokyo 2020
Siapa Sangka! Greysia Polii Nyaris Pensiun Sebelum Ketemu Apriyani hingga Raih Medali Emas Olimpiade
Mungkin bisa dikatakan pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii tak pernah menyangka dirinya bisa melaju ke babak final Olimpiade 2020 Tokyo
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – Siapa yang menyangka bahwa ada cerita menarik di balik kemenangan Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Apriayani Rahayu sebelum menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021).
Mungkin bisa dikatakan pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii tak pernah menyangka dirinya bisa melaju ke babak final Olimpiade 2020 Tokyo dan keluar sebagai pemenang.
Pencapaian ini pun jadi sejarah pula bagi ganda putri Indonesia yang melaju hingga sejauh ini sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade pada 1992 silam.
Ternyata ada cerita soal niatan pensiun dari Greysia Polii kala belum bertemu Apriyani Rahayu.

Ya, Greysia Polii sendiri telah mengikuti Olimpiade sebanyak tiga kali termasuk di tahun ini.
Pertama ia pernah tampil di Olimpiade London 2012, kala itu Greysia berpasangan dengan Meiliana Jauhari dan mereka pun harus didiskualifikasi karena dianggap sengaja mengalah pada fase grup.
Pada empat tahun kemudian, Greysia pun berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari dan saat itu hanya bisa tembus ke babak perempatfinal saja.
Wanita berusia 33 tahun itu pun sempat bercerita setelah Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dirinya sudah ingin pensiun, akan tetapi ia ditahan oleh sang pelatih dan kemudian dipasangkan oleh Apriyani Rahayu.
Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Cetak Sejarah Baru, Raih Emas Pertama Ganda Putri Badminton
Baca juga: Indonesia Raih Medali Emas dari Bulutangkis Dipersembahkan Greysia Polii/Apriani Rahayu
Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Berhasil Kalahkan Wakil Inggris dalam Olimpiade Tokyo 2020
“Perjalanan yang panjang bagi saya. Begini maunya menunggu dan bertahan. Dia (Apriyani) muncul dari mana saya tidak tahu, tiba-tiba pada 2017 ketika saya akan pensiun setelah Rio 2016,” ungkap Greysia seusai laga semifinal, Sabtu (31/7/2021).
“Pada 2017, saya berada di tim nasional dan akan pensiun ketika pasangan saya (Nitya Krishinda Maheswari) terluka dan menjalani operasi, tetapi pelatih saya mengatakan tunggu sebentar dan bantu pemain muda untuk bangkit, dan saat itulah Apriyani datang,” lanjut sang juara Olimpiade Tokyo 2020 ini.
“Kemudian kami memenangkan Korea Open dan Thailand Open dan begitulah cepatnya kami datang. Saya seperti, ya Tuhan, saya harus berlari selama empat tahun lagi,” pungkasnya.
Di laga final, Greysia Polii/Apriyani Rahayu pun menghadapi wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang sebelumnya sukses mengalahkan Kim Soyeoung/Kong Heeyong (Korea) 21-15, 21-11.
Dalam laga final ganda putri Indonesia ini bermain di Musamori Plaza, Greysia/Apriyani, berhadapan dengan melawan wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Mereka menang lewat dua gim langsung dengan 21-19 dan 21-15.
Kemenangan ini menjadikan Greysia/Apriyani sebagai pasangan ganda putri Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade.