Breaking News:

Gunung Kerinci

Ada Jalur Jebakan di Gunung Kerinci, Bisa Membuat Pendaki Tersesat

Berita Kerinci-Hati-hati bagi para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Heru
Pendaki Gunung Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI, - Hati-hati bagi para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Kerinci. Sebaiknya ikuti aturan dari petugas penjaga karena di jalur pendakian terdapat jalur Jebakan. 

Hal itu disampaikan oleh petugas pendakian Gunung Kerinci, Dauri ditemui Tribun Jambi. Dauri menyebutkan, ideal pendakian gunung kerinci dilakukan selama tiga hari dua malam. 

Pendakian gunung kerinci diawali dengan melakukan registrasi yang bertempat di R10. Di lokasi tersebut semua barang bawaan pendaki dilakukan pengecekan. 

Setelah selesai registrasi, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju pintu rimba. Jarak tempuh dari R10 ke pintu romba lebih kurang 1 jam. 

Dari pintu rimba pendaki melanjutkan perjalanan dengan menempuh hutan. Sekitar 45 menit perjalanan pendaki sampai di pos 1. 

"Di pos 1 pendaki bisa istirahat sejenak lalu menuju ke pos 2 atau pos batu lumut," jelas Dauri. 

Dari pos dua pendaki kemudian menuju pos 3 yang sering disebut pos panorama. Di pos 3 inilah terdapat sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh para pendaki untuk mengambil persediaan air untuk persiapan di shalter 1.

"Di pos 3 ini ada Sungai yang sumber airnya dari resapan. Rata-rata air berada disebelah kiri jalur pendakian," sebutnya

Setelah sampai di shalter 1, para pendaki disarankan untuk berkemah. Pendaki berkemah di shalter satu salama satu malam. 

Baru pada pagi harinya, pendaki melanjutkan perjalanan hingga ke shalter 3. Di shalter 3 pendaki kembali istirahat dengan mendirikan tenda. 

"Kalau cuaca cerah dan bagus bisa melihat sandres disini," ungkapnya. 

Untuk menuju puncak, dari shalter 3 pendaki disarankan berangkat pada pukul 5.00 pagi. Dan dipuncak pendaki juga disarankan hanya berada selama 30 menit.

"Karena jika sudah pukul 8.00 ke atas belerang sudah mulai terbelah, kabut juga sudah mulai turun kadang juga ada badai," katanya. 

Jika tidak hati-hati lanjutnya, jika turun dari puncak saat kabut, pendaki bisa terjebak di jalur Jebakan.  Di dekat tugu Yuda, pendaki bisa terjebak dengan mengambil jalur kanan. 

"Jadi jika tidak ada pemandu pendaki akan mengambil jalur kanan yang lebih bagus. Padahal itu merupakan jalur Jebakan yang bisa membuat pendaki tersesat," jelasnya lagi.(pit)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved