Hanya Demi Menambah Subscribers, Oknum Guru Sebar Video Hoax Terkait PPKM

Dalam video yang diunggah GNO, menceritakan kerusuhan pedagang dengan polisi di Terminal Timur, Kota Metro saat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Keg

ist
berita hoax 

TRIBUNJAMBI.COM - Oknum guru di Kota Metro, Lampung berinisial GNO (51) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video hoax oleh Ditreskrimsus Polda Lampung

GNO menjalani pemeriksaan penyidik di Mapolda Lampung pascaditangkap pada Jumat (16/7/2021) malam.

Dalam video yang diunggah GNO, menceritakan kerusuhan pedagang dengan polisi di Terminal Timur, Kota Metro saat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pekan lalu.

Baca juga: Promo KFC Minggu Ini, Nonton Sambil Nikmati, KFC Original Movie Combo Hingga Crazy Deals

Baca juga: Atlet-Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Bak Dikucilkan Saat Momen Makan Bersama, Ini Sebabnya

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Bulan Juli 2021 Lengkap dari Harga Rp 1 Jutaan hingga Rp 2 Jutaan

"Video hoaks itu diunggah pelaku ke akun YouTube-nya atas nama Guntoro TwentyOne," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Jumat (23/7/2021) dilansir Kompas.com.

Tersangka juga menyebarkan link video tersebut di akun Facebook-nya, Guntoro21.

Ambil dari YouTube

Diberitakan TribunLampung.com, video kericuhan yang diunggah ulang oleh tersangka itu berasal dari tayangan di salah satu kanal YouTube.

"Awalnya tersangka melihat tayangan Satpol PP ribut dengan warga di salah satu kanal YouTube," kata Dirkrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Arie Rachman Nafarin, Kamis (22/7/2021).

Kemudian, kata Arie, video tersebut diunduh oleh tersangka yang selanjutnya diunggah ke akun Facebook-nya.

"Waktu disebar tersangka menambah lokasi terminal Metro Pusat, sehingga video itu seolah-olah benar terjadi di Metro," ungkapnya.

Tambah subscribers

Dari pemeriksaan sementara, kata Pandra, motif pelaku mengunggah video itu untuk mencari subscriber di YouTube.

"Motifnya menambah subsriber dan viewers di akun YouTube miliknya, karena itu pelaku mengunggah video kontroversial tersebut," ungkap Pandra.

Arie mengatakan, alasan tersangka menyebarkan video itu hanya iseng.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved