Breaking News:

KAMMI Kota Jambi Nilai PPKM Mikro Perlu Dievaluasi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi, mendapat kritikan dari KAMMI Kota Jambi

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
istimewa
Kasat Pol PP Kota Jambi Mustari Affandi dan tim gabungan saat razia PPKM, Sabtu (24/4/2021) malam. Melanggar PPKM 10 Tempat Usaha Maupun Pelaku di Kota Jambi Disegel Hingga Denda Capai Rp 10 Juta 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi, mendapat kritikan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Jambi.

KAMMI Kota Jambi menilai pemberlakuan PPKM Mikro berdampak dalam setiap lini kehidupan masyarakat, khususnya pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM.

"Bukan perkara sepele, mereka yang mengalami kerugian dan kemerosotan omzet yang terjun bebas, hingga gulung tikar. Sudah tentu memperparah  jumlah kemiskinan dan pengangguran yang semakin massif di Kota Jambi," ujar Aziim, Ketua KAMMI Kota Jambi dalam rilisnya, Selasa (20/7).

Ia paham bahwa PPKM Mikro di Kota Jambi untuk menindaklanjuti Inmendagri No 17 tahun 2021, serta Instruksi Wali Kota Jambi No 14 tahun 2021. Namun menurut KAMMI penerpannnya mesti mesti dievaluasi.

Muhammad Aziim, menyatakan  kasus Covid-19 di Kota Jambi  terus mengalami peningkatan. Ssabtu kemarin, tercatat kasus positif Covid-19  menembus angka 4.862 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 185 orang.

KAMMI Kota Jambi, kata Aziim, berharap seyogyanya Pemkot Jambi memberikan solusi-solusi strategis terhadap akar permasalahan yang membelit Kota Jambi saat ini.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Kapolda Jambi Covid-19 Meningkat Drastis di Jambi, Adakah Varian Delta?

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Jambi Melonjak di Tengah PPKM Mikro, Apa Sebabnya?

Menurut Aziim, Pemkot Jambi mesti menciptakan new engine of economic growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi, seperti mengoptimalisasikan kekayaan kreativitas berdasarkan potensi lokal dan teknologi  yang membutukan intervensi arah konstruksi perekonomian yang jelas. 

“Dibutuhkan narasi pikiran dan tindakan besar dalam mengatasi ketidakteraturan krisis yang diakibatkan pandemi ini, sembari tanpa mengabaikan aspek keselamatan dari kasus Covid-19,  menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan,  dan tetap ketat menerapkan  protokol kesehatan, demi mengurangi kasus Covid-19 di  Kota Jambi," ujarnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Diminta Hati-hati saat Minum Antibiotik, Ternyata Efek Sampingnya Berbahaya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved