Breaking News:

Sederet Amalan Sunah dalam Momentum Idul Adha, Diantaranya Takbiran

Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih tentang Tuntunan Idain dan Qurban yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dijelaskan, diantaranya be

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Tribun Jabar
Idul Adha 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang sangat muia yang mana merupakan bulan dilakukan ibadah haji serta penyembelihan kurban.

Selain itu ada pula amalan 9 hari di bulan Dzulhijjah termasuk puasa Arafah.

Dalam momentum hari raya idul adha pada 10 Dzulhijjah, masih ada banyak amalan yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin.

Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih tentang Tuntunan Idain dan Qurban yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dijelaskan, diantaranya berikut ini amalan sunah dalam momentum Idul Adha.

Baca juga: Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban di Tanjab Barat Diizinkan Dengan Syarat Ini

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha dan Manfaat Jika Rutin Mengerjakannya

Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi yang Ringkas dan Mudah Diamalkan, Membacanya Sama Seperti Berdoa

1. Mengumandangkan Bertakbir

Mengumandang takbir atau takbiran pada hari raya Idul Adha adalah sesuatu yang disyariatkan oleh agama.

Pada hari raya idul adha, kumandang takbir yang digemakan adalah takbir mursal dan takbir muqayyad.

Pada takbir mursal idul adha, dilakukan setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga khatib selesai khutbah pada salat Id.

Sedangkan, untuk takbir muqayyad dikumandangkan mulai dari subuh dari tanggal 9 Dzulhijjah, mulai dilakukannya Puasa Arafah hingga setelah asar pada akhir hari Tasrik atau 13 Dzulhijjah.

Antara takbir mursal dan takbir muqayyad, keduanya tidak ada perbedaan lafadz.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved