Breaking News:

Berita Muarojambi

Perkara Sengketa Lahan Warga Desa Tarikan Muarojambi, Ternyata PT KKL Tak Miliki Izin Perkebunan

Hal ini diketahui, berdasarkan data yang didapatkan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muarojambi.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Perkara Sengketa Lahan Warga Desa Tarikan Muarojambi, Ternyata PT KKL Tak Miliki Izin Perkebunan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - PT Kumpeh Karya Lestari (KKL) yang saat ini bersengketa dengan kelompok tani Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi masuk babak baru.

Sebab, PT KKL yang berada di lahan SK Tanah Obyek Landreform (TOL) di Desa Tarikan selama ini beroperasi bidang perkebunan kelapa sawit ternyata memiliki perizinan bidang perkayuan.

Hal ini diketahui, berdasarkan data yang didapatkan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP)  Muarojambi.

Dari data tersebut dijelaskan, PT KKL dengan nomor Induk berusaha 8120103901972 beralamat di jalan Suak Kandis Km 12 Kelurahan Sakean Kecamatan Kumeph Ulu, dengan Nomor NPWP 02.714.7545-331.000 yang diterbitkan pada tanggal 17 September 2018 lalu oleh DPMPTSP Kabupaten Muarojambi.

Dengan jenis usaha, di antaranya industri veneer, industri penggergajian kayu, industri kayu lapis, industri kayu bakar dan pelet kayu serta industri kayu panel lainnya.

Menanggapi hal itu, juru bicara kelompok tani Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Muarojambi, Syahidan Alfajri mengatakan.

SK TOL, sesuai Surat Keputusan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nomor : 358-VI-1992, Tanggal 15 Desember Tahun 1992, dan Nomor : 13-VI-1997, Tanggal 23 Januari Tahun 1997, tentang Pengesahan Tanah Negara sebagai TOL, seluas ± 480,95 ha dan ± 496,50 ha, total 977,45 ha, di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi, telah lama menjadi polemik.

Permasalahan yang berkepanjangan hendaknya dilakukan redistribusi sesuai situasi dan kondisi sekarang dilaksanakan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menilai mana yang duluan terbit, izin perusahaan atau SK TOL, selain itu PT Kumpeh Karya Lestari itu, bergeraknya di bidang perkayuan bukan perkebunan, lantas kenapa sekarang mereka tetap ingin merebut lahan Tanah Objek Landrefom (TOL) yang sudah ditanami sawit itu.

"Inikan sangat jelas menyalahi aturan, kalaupun sudah dikuasai oleh mereka sebelumnya, salah mereka sendiri, kita ketahui bahwa semua SK TOL, kok malah diakui sebagai lahan sawit perusahaan,"Kata Syahidan Alfajri Saat dikonfirmasi pada Minggu (18/7/2021).

Persoalan lahan SK TOL antara petani Desa Tarikan dengan pihak perusahaan PT KKL dan lainnya sudah berlangsung lama, bahkan sudah sering terjadi konflik antara keduanya, ternyata baru baru ini terjadi penyerangan oleh orang suruhan Asiong kepada Kelompok Tani Desa Tarikan.

Pemerintah Kabupaten Muarojambi hendaknya segera tanggap menyelesaikan persoalan ini, jangan sampai terjadi ada korban jiwa dari kedua belah pihak.

Mereka berharap, persoalan ini segera ditanggapi dan diselesaikan oleh Pemkab Muarojambi, penegak hukum maupun pihak terkait lainnya, jangan sampai ada timbul konflik atau benturan horizontal di tengah masyarakat yang ditunggangi oleh segelintir orang.

"Karena kita sama-sama mengeketahui beberapa minggu lalu telah terjadi konflik berdarah antara orang suruhan dari PT KKL dengan petani Desa tarikan, kasihan lihat masyarakat disana khususnya para petani yang memilki sengeketa tersebut,"tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan sudah pernah mengkonfirmasi pihak perusahaan, namun belum ada jawaban.

Baca juga: Menentukan Ciri-ciri dan Kandungan Dalam Teks Eksplanasi

Baca juga: Tujuan Berdirinya ASEAN Lengkap Prinsip Keanggotaan dan Manfaat Bagi Negara Anggotanya

Baca juga: Ini Syarat untuk Gelar Salat Idul Adha Berjamaah dan Pemotongan Hewan Kurban di Tanjab Barat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved