Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kata Ahli Tentang Manfaat Daun Salam, Lengkap dengan Cara Mengolahnya

"Kalau dari riset sebelumnya, pemanfaatan daun salam memang paling banyak untuk mengatasi diabetes melitus," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Ka

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Istimewa
Ilustrasi daun salam 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta, apt Indri Kusuma Dewi, SFarm, MSc, mengatakan daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus.

"Kalau dari riset sebelumnya, pemanfaatan daun salam memang paling banyak untuk mengatasi diabetes melitus," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (1/7/2021).

Daun salam bisa menurunkan konsentrasi glukosa darah.

Tanaman ini memang sudah terbukti bisa mengatasi diabetes melitus.

Baca juga: Manfaat Baking Soda untuk Membuat Daging Sapi Empuk, Baluri Bakin Soda ke Daging Selama 30 Menit

Baca juga: Sumber Energi Alternatif Yang Dapat Dimanfaatkan Untuk Kehidupan Sehari-hari

Baca juga: Manfaat Sirih Gading yang Dapat Meningkatkan Kadar Oksigen

"Sudah terbukti pengujiannya secara praklinik."

"Terbukti bahwa daun salam mampu menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah."

"Jadi indikasinya ke arah diabetes melitus," jelasnya.

Cara Pemanfaatan untuk Atasi Diabetes

Indri menyampaikan, memanfaatkan daun salam bisa dilakukan dengan cara menyeduhnya.

Air rebusan daun salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit diabetes.

Menurutnya, pemanfaatan dengan cara direbus ini sudah teruji.

Berikut langkah-langkah mengolah daun salam untuk mengatasi diabetes:

1. Siapkan 20 gram daun salam.

2. Rebus daun salam dengan 400 ml air.

3. Rebus dengan menggunakan panci bertingkat. Panci bagian bawah untuk air saja, panci kedua untuk air dan daun salam.

4. Rebus daun salam selama 15 menit.

5. Minum air rebusan daun salam. Diminum dua kali sehari, setiap kali minum 400 ml air.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Indri mengingatkan, sebaiknya tidak mengonsumsi daun salam bersamaan dengan obat lain.

"Hati-hati ketika menggunakan bersama obat kimia yang lain."

"Takutnya nanti malah kadar gulanya turun signifikan," ujarnya.

"Jangan bersamaan dengan obat-obat diabetes," lanjut dia.

Selain itu, dirinya juga meminta pasien yang memiliki gejala hipoglikemia agar lebih berhati-hati apabila ingin memanfaatkan daun salam.

Adapun gejala hipoglikemia yakni seperti berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan penglihatan.

"Hati-hati kalau pasien mempunyai gejala hipoglikemia," katanya.

"Kalau pasien dalam kondisi kadar gulanya rendah, maka jangan diberikan," saran Indri.

Selanjutnya, ia juga menyarankan agar mengonsumsi air rebusan daun salam setelah makan.

"Sebaiknya dikonsumsi setelah makan, karena kinerjanya menurunkan kadar gula darah," jelas dia.

Berita Terkait Lainnya

Sumber : TRIBUNNEWS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved