Penanganan Covid

Obat Kolesterol Jenis Statin Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Obat bernama statin diklaim bisa mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Statin ternyata jenis obat yang selama ini dipakai untuk obat kolesterol.

Editor: Rohmayana
ist
Obat penurun kolestetol bernama Statin kini disebut bisa kurang risiko kematian covid-19. Tak tanggung-tanggung fakta tersebut bedasarkan penelitian RS di San Diego AS. Penurunannya hingga 41 persen terhadap risiko kemarian karena Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, SANDIEGO -- Obat bernama statin diklaim bisa mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

Jenis obat kolesterol ini diyakini mampu menyembuhkan Covid-19 lebih tinggi serta menurunkan risiko kematian akibat Covid-19.

Dalam  penelitian yang diterbitkan Kamis (15/7) oleh para peneliti dari UC San Diego School of Medicine, ditemukan bahwa pasien yang memakai obat statin dapat menurunkan risiko kematian di rumah sakit akibat Covid-19 41 persen lebih rendah.

Temuan ini diterbitkan di PLOS ONE dan memperluas penelitian sebelumnya yang dilakukan di UCSD Health pada tahun 2020.

Rumah sakit San Diego, AS, tempat penelitian onat <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/kolesterol' title='kolesterol'>kolesterol</a> Statin yang bisa <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/menurunkan-risiko-kematian' title='menurunkan risiko kematian'>menurunkan risiko kematian</a> pasien covid-19

Rumah sakit San Diego, AS, tempat penelitian onat kolesterol Statin yang bisa menurunkan risiko kematian pasien covid-19 (UC SAN DIEGO/kpbs.org)

Statin biasanya digunakan untuk mengurangi kadar kolesterol darah dengan menghalangi enzim hati yang bertanggung jawab untuk membuat kolesterol.

Pusat Pengendalian Penyakit AS memperkirakan bahwa 93 persen pasien yang menggunakan obat penurun kolesterol menggunakan statin.

"Ketika menghadapi virus ini di awal pandemi, ada banyak spekulasi seputar obat-obatan tertentu yang memengaruhi reseptor ACE2 tubuh,

termasuk statin, dan apakah obat itu dapat memengaruhi risiko Covid-19," kata Dr. Lori Daniels, pimpinan penulis studi, profesor dan direktur Unit Perawatan Intensif Kardiovaskular di UCSD Health.

“Pada saat itu, kami berpikir bahwa statin dapat menghambat infeksi SARS-CoV-2 melalui efek anti-inflamasi dan kemampuan mengikat yang diketahui,

yang berpotensi menghentikan perkembangan virus,” lanjutnya seperti dilansir kpbs.org

Baca juga: CHINA Lakukan Provokasi, Beijing Juga Klaim Australia dan AS Ingin Segera Ledakkan Perang

Pada tahun 2020, ditemukan bahwa virus SARS-CoV-2 terutama menggunakan reseptor yang sama untuk memasuki sel paru-paru.

Menggunakan data dari American Heart Association's Covid-19 Cardiovascular Disease Registry, tim peneliti di UCSD menerapkan temuan mereka ke kohort yang jauh lebih besar - lebih dari 10.000 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di seluruh AS.

Secara khusus, para peneliti menganalisis catatan medis anonim dari 10.541 pasien yang dirawat karena COVID-19 selama periode sembilan bulan,

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved