Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

CHINA Lakukan Provokasi, Beijing Juga Klaim Australia dan AS Ingin Segera Ledakkan Perang

Hal itu diketahui setelah sebuah kapal China yang berlayar di perairan internasional, bukan di perairan teritorial Australia, menyentuh saraf

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
US Navy via Reuters
ILUSTRASI. Kapal perang rudal berpemandu Angkatan Laut Australia HMAS Parramatta (FFH 154) (kiri) berlayar dengan kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS USS America (LHA 6), kapal penjelajah peluru kendali kelas Ticonderoga USS Bunker Hill (CG 52) dan Penghancur rudal 

TRIBUNJAMBI.COM - China bak mencoba provokasi dengan coba mendekati wilayah Australia

Hal itu diketahui setelah sebuah kapal China yang berlayar di perairan internasional, bukan di perairan teritorial Australia, menyentuh saraf di Australia.

Politisi dan media Australia pun membuat keributan tentang "pengawasan" China pada latihan perang Talisman Sabre, latihan dua arah terbesar antara pasukan Australia dan AS, oleh kapal China Tianwangxing.

Seperti dikutip dari Global Times, Jumat (16/7/2021), Perdana Menteri Scott Morrison pun mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintah Australia "sangat waspada" terhadap kehadiran dari kapal China.

Kapal Perusak Nanning milik China yang baru bergabung dengan armada perangnya
Kapal Perusak Nanning milik China yang baru bergabung dengan armada perangnya (Via inf.news/)

Anggota parlemen dari Partai Liberal Dave Sharma, mantan diplomat senior, turut mengatakan bahwa kehadiran kapal China itu "menurut saya tidak sebagai tindakan negara yang bersahabat."

Yang paling konyol ialah ujar China, Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce sedang berimajinasi liar dan membuat isu tentang kapal China yang menuduh China meretas Australia dalam semua aspek termasuk bijih besi, gas, ekspor pertanian vital, aliansi, dan seberapa dekat platform negara itu dengan AS.

China pun menilai bukan hal yang aneh jika kapal asing melintasi perairan internasional di dekat Australia.

Beijing juga menyoroti, Rusia memiliki kapal di lepas pantai Australia selama KTT G20 di Brisbane.

Kapal-kapal China pun juga muncul di perairan internasional di lepas pantai Queensland selama latihan Talisman Sabre pada 2017 dan 2019.

Menteri luar negeri Australia saat itu Julie Bishop turut mengatakan pada 2017 Australia tidak menganggap kehadiran kapal China sebagai "sinyal" provokatif oleh China.

Baca juga: 1,4 Juta Dosis Vaksin Sinopharm dari China Tiba di Indonesia, Dukung Vaksinasi Gotong-royong

Baca juga: Bukan AS atau Inggris, China Batal Gempur Taiwan Gegara Negara Macan Tidur Ini Jadi Beking Taipe

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Kepala Intelijen Inggris, Sebut Hati-hati terhadap agen Rusia dan China

Mengapa kini dipermasalahkan?

China juga menyebut, hal itu karena Australia secara membabi buta telah mengikuti AS dalam kampanye anti-China.

Hubungan antara China-Australia telah mencapai titik terendah dalam beberapa dekade.

"Tetapi Australia telah memainkan permainan korban, mencoba menstigmatisasi China sebagai pengganggu," seperti ditulis media pemerintah China tersebut.

Seperti yang diketahui, tujuan sebenarnya dari politisi dan media Australia yang menuduh kapal China memata-matai Australia adalah untuk menjelekkan China dan membentuk China sebagai "ancaman" bagi Australia dan keamanan regional, lapornya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved