Penanganan Covid
Peneliti Pandemi Covid-19 Minta Vaksin Gotong Royong Dibatalkan: Pantaskah Vaksin Diperjualbelikan?
dr Dicky Budiman, epidemiolog sekaligus peneliti pandemi dari University Australia, menyarankan rencana penggunaan istilah vaksin gotong royong.
Namun, hal itu agar masyarakat tidak mengambil Sinovac.
Tapi, Pemerintah Singapura menyediakan vaksin Pfizer secara gratis kepada masyarakatnya.
"Jadi, ketika mereka mengeluarkan kebijakan itu supaya memilih yang memiliki efikasi tinggi, yaitu Pfizer khususnya."
"Dan artinya mereka tetap mengarahkan untuk meningkatkan cakupan itu, enggak ada vaksin berbayar."
"Mereka free. Kalau bicara membayar, mereka harga normalnya aja mahalan Ffizer daripada Sinovac."
"Tapi toh pemerintahnya memilih yang selain lebih mahal, tapi akan mengarah pada cakupan threshold immunity," pungkasnya.
Baca juga: 1,4 Juta Dosis Vaksin Sinopharm dari China Tiba di Indonesia, Dukung Vaksinasi Gotong-royong
Update Vaksinasi
Sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021, pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 39.943.004 (19,18%) penduduk hingga Kamis (15/7/2021).
Sedangkan dosis kedua sudah diberikan kepada 15.876.777 (7,62%) orang.
Dikutip dari laman kemkes.go.id, rencana sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah 208.265.720 penduduk yang berumur mulai dari 12 tahun.
Hal ini untuk mencapai tujuan timbulnya kekebalan kelompok (herd immunity).
Karena ketersediaan jumlah vaksin Covid-19 bertahap, maka dilakukan penahapan sasaran vaksinasi.
Untuk tahap pertama, vaksinasi Covid-19 dilakukan terhadap Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).
Yang meliputi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan sampai saat ini, jumlah SDM Kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 adalah 1.468.764 orang, sedangkan populasi vaksinasi sebanyak 12.552.001 orang. (Fransiskus Adhiyuda)
SUMBER : WartaKotalive.com