Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Usai Menyatakan Kematian Pasien Covid-19 Akibat Interaksi Obat , dr Lois Diamankan Polisi

Kepala Divisi Humas Polri Irjen pol Argo Yuwono membenarkan adanya penangkapan dr Lois. Dia ditangkap pada Minggu (11/7/2021) kemarin.

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Instagram Los Owien
dokter Lois 

TRIBUNJAMBI.COM - Dokter Lois Owien atau dr Lois usai pernyataanya di salah satu stasiun TV viral di media sosial pada Minggu (11/7/2021) kemarin.

karena pernyataanya tersebut, Polda Metro Jaya menangkap dr Lois.

dr Lois ditangkap setelah mengaku tidak percaya dengan Covid-19.

Dia bahkan menyebut bahwa kematian pasien COVID-19 akibat interaksi obat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen pol Argo Yuwono membenarkan adanya penangkapan dr Lois. Dia ditangkap pada Minggu (11/7/2021) kemarin.

Baca juga: Nakes Kota Jambi Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Mahasiswa Kesehatan Diturunkan jadi Relawan

Baca juga: Harga Emas Hari ini, Emas Antam Stabil di Angka Rp 950.000 Per Gram

Baca juga: Polsek Tungkal Ilir Koordinasi dengan BKSDA Terkait Kemunculan Buaya yang Meresahkan Warga

"Kemarin Minggu (11/7/2021) diamankan oleh Polda Metro," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (12/7/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes pol Ahmad Ramadhan menyampaikan pelaku ditangkap sekitar pukul 16.00 WIB sore. Namun, dia masih belum bisa menjelaskan rinci kronologi penangkapan pelaku.

"Yang jelas kemarin, hari Minggu jam 4 ditangkap sama unit Siber Krimsus Polda Metro Jaya," tukasnya.

Penjelasan Detail dari Guru Besar Farmasi UGM Prof Zullies Ikawati, PhD, Apt. terkait Interupsi Obat

Interaksi obat adalah adanya pengaruh suatu obat terhadap efek obat lain ketika digunakan bersama-sama pada seorang pasien.

Interaksi ini dapat menyebabkan meningkatnya efek farmakologi obat lain bersifat sinergis atau additif atau mengurangi efek obat lain (antagonis), atau meningkatkan efek yang tidak diinginkan dari obat yang digunakan

"Karena itu, sebenarnya interaksi ini tidak semuanya berkonotasi berbahaya, ada yang menguntungkan, ada yang merugikan. Jadi tidak bisa digeneralisir, dan harus dikaji secara individual," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Senin (12/7/2021).

*Lalu, kapan interkasi obat menguntungkan?*

Banyak kondisi penyakit yang membutuhkan lebih dari satu macam obat untuk terapinya, apalagi jika pasien memiliki penyakit lebih dari satu (komorbid).

Bahkan satu penyakitpun bisa membutuhkan lebih dari satu obat. Contohnya hipertensi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved