Breaking News:

Pentingnya Peran Orang Tua Edukasi Protokol Kesehatan Saat PTM Terbatas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, SH, MH, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbat

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribunjambi.com
Pentingnya Peran Orang Tua Edukasi Protokol Kesehatan Saat PTM Terbatas 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, SH, MH, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, terutama dalam mengedukasi siswa mematuhi protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan saat tampil di program live streaming Mojok Pendidikan Tribun Jambi yang berkolaborasi dengan Tanoto Foundation, yanjg disiarkan akun YouTube Tribun Jamb, Senin (12/7) pukul 10.0 -10.30 WIB.

"Dalam pembelajaran tatap muka terbatas saat ini perlu kerja sama seluruh pihak, selain kesiapan sekolah, peran orangtua juga sangat dibutuhkan dalam mengedukasi anak untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar Kadisdikbud Tebo kepada Tribunners.

Menurut Sindi, orang tua siswa di Kabupaten Tebo sejauh ini sudah sangat proaktif dalam menyikapi pembelajaran tatap muka terbatas, bahkan telah berkorban tenaga dan pikiran selama pembelajaran dimasa pandemi Covid 19.

Baca juga: Resep Daging Sapi Goreng Bumbu Lengkuas dan Tips Membuat Daging Sapi Agar Empuk

Baca juga: Sepertiga Malam Terakhir Adalah Mustajab Doa, Ini Amalan yang Dianjurkan Dikerjakan

Baca juga: Siapa Sebenarnya Dono Warkop DKI Dosen Universitas Indonesia yang Suka Ngebanyol

"Orang tua sudah sangat berpartisipasi sekali, karena di Kabupaten Tebo dalam menerapkan pembelajaran tatap muka kami memberikan kebebasan kepada orang tua untuk memilih, apakah itu tatap muka atau belajar jarak jauh dengan pendampingan orang tua di rumah," terangnya.

Dipaparkannya, selama masa pandemi sekolah menjalankan kegiatan pembelajaran dengan aturan yang ketat, terutama dalam hal pengadaan sarana cuci tangan, penutupan kantin sekolah, penerapan protokol kesehatan, dan himbauan bagi guru yang mengajar untuk vaksinasi, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa.

"Selain penerapan protokol kesehatan, di sini yang lebih penting yaitu terjalinnya komunikasi yang baik antara sekolah dengan orangtua, sehingga seluruh informasi dapat diserap, sehingga sekolah memiliki data terkait perjalanan siswa atau kondisi kesehatan siswa," imbuhnya.

Selain itu, terkait pengambilan kebijakan jika ada keluarga atau siswa yang terpapar, maka siswa yang bersangkutan akan diliburkan atau jika keadaan mengharuskan, maka diterapkan pembelajaran daring.

Baca juga: Niat dan Doa Buka Puasa Dzulhijjah Lengkap Dengan Penjelasan Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Baca juga: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Anggap Pernyataan Lois Owie Telah Menyakiti Hati Nakes

Baca juga: China Mengusir Kapal Perang AS di Laut China Selatan, Begini Penjelasan PLA

"Apabila ada siswa atau orangtua yang terpapar, maka kita menyarankan untuk melaksanakan pembelajaran daring, jika sudah normal dan pulih, maka pembelajaran tatap muka dilaksanakan kembali. Tidak hanya itu, kami juga menyarankan apabila ada anak yang kurang sehat hendaknya belajar dari rumah," timpalnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi, Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memberikan arahan dan edukasi kepada kepala sekolah, serta menerbitkan aturan pembelajaran tatap muka secara berkelanjutan.

"Kita terus mengikuti perkembangan laporan kasus Covid 19, dan seluruh edaran dari pusat maupun pemerintah Provinsi kita pelajari dan tindak lanjuti, serta diteruskan hingga ke sekolah," imbuhnya.

Selain kepala dinas, hadir sebagai narasumber Rojak, SE, orang tua siswa yang berasal dari Tanjab Timur, dan Metty Hartina, MPd, guru SMPN 21 Batang Hari yang juga fasilitator program PINTAR Tanoto Foundation. (*)

Berita lainnya seputar sekolah tatap muka

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved