Breaking News:

Berita Batanghari

DPRD Batanghari Bahas Ranperda Tentang Covid-19

Dalam bab terakhir ada penetapan beberapa sanksi tujuannya untuk menegakan protokol kesehatan dan peraturan yang sesuai dengan peraturan yang lebih ti

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
DPRD Batanghari gelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - DPRD Batanghari gelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Covid-19, Senin (12/7/2021).

Rapat Paripurna yang berlangsung di ruang pola DPRD tersebut dipimpin Ketua DPRD Batanghari, Anita Yasmin didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.

Sidang diikuti anggota DPRD Batanghari, Wakil Bupati Batanghari, Forkopimda, Sekda Batanghari beserta Pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Batanghari. Para Camat, lurah, kepala desa dan kepala BPD dalam Kabupaten Batanghari.

Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Anita Yasmin mengatakan penyampaian nota pengantar Ranperda Covid-19 Kabupaten Batanghari, yang mana ini merupakan Perda inisiatif dari DPRD Batanghari.

Tahapan selanjutnya tinggal menunggu tanggapan pemerintah atas pandangan Ranperda yang disusun bersama.

"Dalam Ranperda Covid-19 ini ada 30 pasal kurang lebih 10 bab artinya proses penyusunan kita dibantu oleh Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi," kata Anita Yasmin Ketua DPRD Batanghari.

Dalam bab terakhir ada penetapan beberapa sanksi tujuannya untuk menegakan protokol kesehatan dan peraturan yang sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi di atasnya.

“Sampai dengan hari ini tidak ada hambatan, hanya memang tempat yang sudah melaksanakan Perda Covid-19 ini hanya ada satu yaitu Tanjung Jabung Barat dan saat ini Kabupaten Batanghari mulai membahasnya,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam penyusunan Ranperda ini ilmunya terbatas namun pihaknya tetap koordinasi dengan Kemenkumham Perwakilan Provinsi Jambi, harapannya dapat dilaksanakan secara maksimal.

“Mengingat Kabupaten Batanghari memasuki zona merah. Satu-satunya kabupaten dengan zona merah di Provinsi Jambi harapannya kita segera turun status menjadi oranye atau kuning karena Idul Adha makin dekat supaya masyarakat Kabupaten Batanghari bisa melaksanakan ibadah lebih nyaman dan kegiatan lainya berhubungan dengan aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Animo Vaksinasi Tinggi, Komisi I DPRD Tebo Minta Dinkes Minimalisir Kerumunan di Setiap Puskesmas

Baca juga: Menyoal Tambang Rakyat dan Pengendalian PETI

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok di Muarojambi Terpantau Stabil

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved