Penanganan Covid 19
Dokter Reisa Beri Tips Isolasi Mandiri, Tekankan Hal Ini Untuk Tersedia di Rumah saat Isoman
Hal itu disampaikan secara langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro.
Jangan lupa untuk banyak minum air matang dan bersih atau air mineral agar tidak dehidrasi.
Lalu, konsumsi makanan bergizi seimbang setiap harinya.
“Siapkan oximeter untuk mencatat saturasi oksigen di tubuh termometer untuk periksa suhu badan dan kalau bisa alat pengukur tensi darah,” kata Dokter Reisa.
Ia pun menambahkan, kalau merasa fit bawa alat olahraga ringan dan pastikan pula alat komunikasi seperti telepon genggam selalu siap pakai.
Hal ini sangat penting karena selama 10 hari atau sesuai anjuran dokter yang mengawasi, tidak boleh kontak, bertemu langsung dengan siapapun termasuk anggota keluarga.
Masa selesai isolasi pun turut diputuskan oleh dokter yang mengawasi, bukan keputusan pribadi.
“Biasakan matahari masuk ke tempat isolasi dan biasakan berjemur minimal 30 menit setiap harinya,” ujar dia.
Dokter Reisa turut mengatakan, jadwalkan konsultasi dengan dokter pun selama masa isolasi mandiri, dokter bisa merujuk ke rumah sakit apabila timbul gejala berat.
“Insya Allah, apalagi kita sudah menerapkan langkah-langkah tadi, kondisi tubuh makin membaik, imunitas melawan dengan agresif serangan si virus dan kita segera kembali negatif,” ungkapnya.
Ia juga kembali mengingatkan, isolasi mandiri memang sepenuhnya dilakukan sendirian.
Namun, tetap mendapat dukungan dari anggota keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan dokter lewat komunikasi virtual akan membantu sembuh dan pulih kembali.
Manfaatkan pula waktu sebaik-baiknya selama masa isolasi, tetap semangat, berpikir positif, berdoa dengan tekun dan berharap cepat negatif Covid-19.
“Ingat isolasi boleh mandiri, sembuh tidak harus sendiri,” ujar Dokter Reisa.
Tindakan ketiga yang perlu dilakukan, lanjut Dokter Reisa, karena mendapat informasi yang akurat adalah membiasakan membuang limbah masker medis dengan benar.
Limbah masker seusai habis dipakai tak boleh sembarangan diletakkan, pengelolaannya harus dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak berbahaya dan beracun bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/reisa-broto-asmoro-ok.jpg)