Breaking News:

Berita Kerinci

Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi Karena Pandemi

Meski telah dibuka kembali, namun pengunjung tak seperti sebelum pandemi. Pengunjung yang akan melakukan pendakian dibatasi.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Istimewa
Pemandangan dari puncak Gunung Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pendakian Gunung Kerinci telah dibuka kembali setelah ditutup karena pandemi Covid-19.
Kini para pendaki terus berdatangan ke Kabupaten Kerinci, Jambi untuk melakukan pendakian.

Meski telah dibuka kembali, namun pengunjung tak seperti sebelum pandemi. Pengunjung yang akan melakukan pendakian dibatasi.

"Masa pandemi ini pengunjung kita batasi. Yang boleh melakukan pendakian sebanyak 43 orang perhari dengan pendakian selama tiga hari," ujar Kepala Seksi Wilayah I BBTNKS Kerinci, Nurhamidi, Minggu (11/7/2021).

Diungkapkannya, pengunjung yang akan melakukan pendakian juga wajib mematuhi prokes dan protap yang telah ditetapkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

"Pengunjung yang akan melakukan pendakian wajib menunjukkan surat keterangan (Negative) Covid19 melalui pengujian rapid test antigen (WNI) dan PCR (WNA) yang sah dan masih berlaku," ungkapnya.

Diakuinya, bahwa selama pandemi Covid-19, pengunjung dari luar negeri belum ada yang melakukan pendakian. Pengunjung masih didominasi asal Sumatera, yakni Sumbar, Jambi dan Bengkulu.

"Selama pandemi ini pengunjung dari luar negeri belum ada yang melakukan pendakian," bebernya seraya menyebut bahwa setiap hari ada saja pengunjung yang melakukan pendakian.

Ia juga mengimbau, bahwa pengunjung yang akan melakukan pendakian agar benar-benar mempersiapkan diri mereka. Hal itu untuk menghindari resiko kecelakaan yang mungkin saja bisa terjadi.

"Setelah kembali dibuka beberapa waktu lalu, ada beberapa pendaki yang terpaksa kita evakuasi karena sakit, seperti keram dan asam lambung," tuturnya.

Ia juga menyebutkan, ada beberapa jenis barang yang tidak boleh dibawa para pendaki saat melakukan pendakian. Namun untuk ponsel para pendaki dibolehkan untuk membawanya.

" Kalau minuman beralkohol memang tidak boleh untuk dibawa. Tapi kalau telepon boleh, apa lagi sekarang dipuncak gunung Kerinci video call saja bisa kita lakukan," pungkasnya.

Baca juga: Antisipasi Karhutla di Provinsi Jambi, Sejumlah Personil Telah Diturunkan di Daerah Rawan

Baca juga: Gading Marten Mengaku Pernah Menyukai Dian Sastro, Masih Malu Kalau Ketemu

Baca juga: Besok (12/7/2021), Dishub Tanjabbar Bakal Gelar Vaksinasi Massal di Pelabuhan LLASDP Kuala Tungkal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved