Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Firman Allah yang Menjadi Manusia

Bacaan ayat: Yohanes 1:1, 14 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi Yesus 

Para cerdik pandai kaum agamawan tidak mampu membantah. Mereka pergi meninggalkan Yesus setiap kali tidak mampu memberikan jawaban.

Kondisi ini membuat para pemangku jabatan keagamaan gerah. Semakin hari semakin banyak orang datang dan mendengarkan ajaran Yesus.

Mereka mendapat penghiburan, kelepasan dan disuguhi bukti-bukti kuat bahwa Yesus berbeda dari semua pengajar yang lain. Ia mengajar penuh dengan kuasa.

Berkali-kali perangkap dipasang untuk menjebak Yesus demi memperoleh kesalahan, dengan harapan dapat menyingkirkan-Nya dari hadapan publik.

Tuduhan sebagai penyesat, menghujat Allah, menjadi tuduhan yang serius.

Menarik jika Yesus tidak disukai bukan karena melakukan kejahatan, namun karena perbuatan baik dan pengajaran-Nya tentang kasih kepada banyak orang.

Jemaat mula-mula yang bertumbuh dan bertambah pada abad pertamapun harus berhadapan dengan tuduhan yang sama.

Pengakuan kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, menjadi faktor kuat bahwa jemaat mula-mula harus berhadapan dengan aniaya dan penderitaan.

Jika tiga Injil lain yaitu Matius, Markus dan Lukas menampilkan Yesus sebagai sosok yang sangat manusiawi, agak berbeda dengan Yohanes yang menampilkan sisi ke-Ilahi-an Yesus.

Yohanes sebagai murid langsung dari Yesus, yang menyertai perjalanan Yesus, bahkan disebut sebagai murid yang dikasihi Yesus; memasuki usia senja didorong muridnya untuk menulis tentang Yesus dalam rangka melawan ajaran sesat yang berkembang.

Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, dalam ilham Allah melalui karya Roh Kudus mengawali tulisannya demikian: 'Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.'

Pernyataan awal ini menjadi dasar untuk menemukan dan memahami siapa identitas diri Yesus yang sebenarnya.

Sangat mudah jika menyebut Dia sebagai nabi dari Galilea, karena Ia memang mengajar dan memulai pengajaran-Nya dari Galilea.

Gampang menyatakan Dia sebagai utusan, karena ajaran-ajaran-Nya memang sangat menarik perhatian dan mengajarkan kebenaran.

Hanya Allah sumber kebenaran, maka wajar Dia diakui sebagai utusan Allah.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved