Breaking News:

Berita Tanjabbar

Disbunnak Tanjabbar Pastikan Stok Hewan Kurban untuk Idul Adha Aman

Jumlah ini menurut Raimon akan tercukupi dengan kebutuhan untuk berkurban, ditambah dengan ketersediaan hewan kurban yang ada di peternak.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Disbunnak Tanjabbar Pastikan Stok Hewan Kurban untuk Idul Adha Aman 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - 731 hewan kurban sudah berada di tangan pedagang untuk pelaksanaan Idul Adha 1442 Hijriah di Kabupaten Tanjabbar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan di Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabbar, Raimon Ferry Harianja.

Ia menyebutkan bahwa hingga 31 Juli 2021 tercatat ada 731 hewan kurban dipersiapkan oleh pedagang dari sejumlah peternak yang ada di Kabupaten Tanjabbar.

Jumlah ini menurut Raimon akan tercukupi dengan kebutuhan untuk berkurban, ditambah dengan ketersediaan hewan kurban yang ada di peternak.

"Ketersediaan di pedagang itu sudah ada 731 hewan kurban dengan rincian untuk Sapi ada 477 hewan, kemudian kerbau ada 2, kambing ada 200, kemudian ada domba sebanyak 62 orang,"rincinya.

Dirincikan Raimon bahwa sewaktu-waktu terjadi penambahan terhadap kebutuhan masyarakat terkait hewan kurban.
Setidaknya di peternak menyiapkan 7.402 hewan kurban yang bisa di mencukupi kebutuhan hewan kurban.

"Stok kita cukup banyak, jadi untuk kambing ada 878 ekor, kemudian kambing ada 2.789 ekor, kerbau ada 34. Jadi total ada 7.402 hewan kurban di peternak yang siap untuk melayani pedagang yang memang nantinya kekurangan stok,"tambahnya.

Disampaikan oleh Raimon bahwa terkait dengan pengawasan hewan ternak, pihaknya kini tengah menurunkan tim pusat kesehatan hewan untuk mengecek kesehatan hewan.

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa hewan-hewan dipeternak dan hewan yang ada di pedagang layak untuk dijual dan menjadi hewan kurban.

"Saat ini Puskewan sudah mulai turun untuk melakukan pengecekan ke tempat-tempat hewan. Untuk memastikan bahwa hewan yang dijual itu layak untuk jadi hewan kurban. Termasuk nanti dalam pelaksanaan pemotongan hewan juga akan di pantau,"katanya.

"Kebanyakan itu cacing hati pada hewan yang ditemukan. Tahun lalu itu ada lima yang kita temukan. Jadi itu ya dibuang, hatinya tidak bisa dipakai lagi, tapi bagian lain bisa,"pungkasnya.

Baca juga: Karma Nia Ramadhani Dulu Akui Tak Suka Narkoba, Kini Malah Ditangkap dengan Ardi Bakrie: Ada Nawarin

Baca juga: Sering Tergenang Banjir, Drainase di Perumahan Perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi akan Diperbaiki

Baca juga: Ruang ICU Covid-19 di RSUD Abdul Manap Telah Difungsikan, Begini Pelayanannya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved