Sosok Harmoko Ketua DPR-MPR yang Pernah Patahkan Palu Sidang saat Bahas Soeharto jadi Presiden
Rekam jejak Harmoko, menteri masa Presiden BJ Habibie yang pernah minta Soeharto turun dari jabatan.
TRIBUNJAMBI.COM -Mantan Menteri Departemen Penerangan Harmoko meninggal dunia di rumah sakit.
Rekam jejak Harmoko, menteri masa Presiden BJ Habibie yang pernah minta Soeharto turun dari jabatan.
Kementrian yang pernah dipimpin Harmoko sekarang berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) malam ini.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengonfirmasi kabar tersebut.
Dia pun menyatakan dukacita atas meninggalnya Harmoko.
"Kiranya almarhum Bapak Harmoko mantan Menteri Penerangan RI beristirahat dalam damai dan mendapat tempat yang layak dalam surga yang kekal," kata Johnny saat dihubungi, Minggu.
Baca juga: Disaksikan 11 Tahanan Lain, Sipir Wanita Ini Sengaja Lubangi Celana untuk Berhubungan dengan Napi
Mantan Ketua Umum Golkar itu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 20.22.
Belum ada informasi mengenai penyebab wafatnya Harmoko. Kabar meninggalnya Harmoko turut dibenarkan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.
"Iya benar mas (Pak Harmoko meninggal dunia)," kata Bamsoet lewat keterangan tertulis.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah. Aamiin," demikian pesan yang diperoleh Tribunnews.com, Minggu (4/7/2021).
Seperti diketahui Harmoko merupakan eks Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie.
Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.
Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru di PT Mitsubishi Motors untuk Lulusan S1, Simak Syarat Pendaftarannya di Sini
Dikutip dari Wikipedia, pria kelahiran Nganjuk 7 Februari 1939 ini meninggal dunia pada usia 82 tahun.
Dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Umum DPP Golkar, hingga seorang pencetus istilah "Temu Kader".
Sosok yang Lekat dengan Perjalanan Soeharto sebagai Presiden RI
Saat menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1997-1999 dirinya mengangkat Soeharto selaku presiden untuk masa jabatannya yang ke-7.
Namun dua bulan kemudian Harmoko pula meminta Soeharto untuk turun dari jabatan.
Momen itu juga diwarnai dengan gerakan rakyat dan mahasiswa yang menuntut reformasi.
Dikutip dari Kompas.com, pengangkatan kembali Soeharto saat itu sebagai Presiden RI ditandai dengan adanya Sidang Paripura ke-V pada 11 Maret 1998.
Namun ada kejadian langka terjadi, yakni saat patahnya palu sidang.
"Begitu palu sidang saya ketukkan, meleset, bagian kepalanya patah, kemudian terlempar ke depan...," ungkap Ketua DPR-MPR periode 1997-1999 Harmoko dalam buku Berhentinya Soeharto: Fakta dan Kesaksian Harmoko.
Baca juga: Suami di Pekanbaru Bacok Istrinya 4 Kali Pakai Parang Hingga Tewas, Alasannya Cuma Gara-gara Hal Ini
Rupanya kejadian tersebut begitu dimaknai oleh Harmoko, hingga tak bisa dilupakan.
Setelah terpilih lagi menjadi Presiden untuk ketujuh kalinya, Soeharto dihadapkan dengan aksi-aksi demonstrasi besar menentang pemerintahan.
Mahasiswa Universitas Trisakti menuntut reformasi pada 12 Mei 1998. Aksi demonstrasi ini kemudian berujung tragedi.
Hingga akhinya 2 bulan lebih tepatnya 70 hari setelah diangkat menjadi Presiden RI kembali, Soeharto memutuskan mundur dari jabatannya.
Menurut Arwan Tuti Artha, penulis buku Dunia Spritual Soeharto, patahnya kepala palu di Sidang Paripura MPD ke-V memberi isyarat patahnya perjalanan Pak Harto di tengah jalan.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, mengonfirmasi kebenaran kabar mantan Menteri Penerangan RI era Orde Baru, Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) malam.
Dave mengatakan Harmoko wafat di RSPAD Gatoto Soebroto pada pukul 20.22 WIB.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli pada jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," kata Dave kepada wartawan, Minggu (4/7/2021).
Dave meminta masyarakat berdoa agar almarhum Harmoko husnul khatimah.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah," ujarnya. (*)
SUMBER : Tribunnews.com/Kompas.com)