Breaking News:

Virus Corona

NEGARA di Asia Disapu Oleh Covid-19 Varian Delta, Infeksi di Australia dan Korsel Pecah Rekor

Belum lagi selesai wabah virus corona yang menyebar di dunia saat ini, kini muncul lagi virus corona varian Delta yang sangat menular melonjak di selu

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
Warga memakai masker untuk mencegah virus corona varian baru. 

TRIBUNJAMBI.COM, SEOUL/SYDNEY - Belum lagi selesai wabah virus corona yang menyebar di dunia saat ini, kini muncul lagi virus corona varian Delta yang sangat menular melonjak di seluruh Asia minggu ini.

Jumlah infeksi di Australia dan Korea Selatan disebut sudah mencapai rekor.

Kondisi ini juga mendorong beberapa negara untuk segera memperketat pembatasan dan mempercepat vaksinasi.

Melansir Reuters, varian yang pertama kali terdeteksi di India pada Desember tahun lalu itu, kini telah menyebar ke sekitar 100 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini juga memperingatkan bahwa varian Delta bisa segera menjadi bentuk virus yang dominan.

Hal ini juga yang mendorong adanya lonjakan kasus di Jepang, sehingga membuat acara Olimpiade bulan ini akan menjadi suram.

Pada Jumat (2/7/2021), negara bagian New South Wales Australia, yang paling padat penduduknya, melaporkan pula kenaikan harian terbesar dalam kasus baru sepanjang tahun ini.

Total kasus di negara bagian dalam soal wabah terbaru telah mencapai 200, mayoritas disebabkan oleh varian Delta.

Baca juga: Ternyata Begini Alasan Tidak Diperbolehkan Vaksinasi Covid-19 Menggunakan 2 Merk Berbeda

Baca juga: Pedagang Jangan Coba-coba Naikkan Harga, Ini Daftar Harga Obat Covid-19 dan Eceran Tertinggi

Baca juga: Covid Meningkat, Istana Minta Warga Lapor Polisi Jika Temukan Penjual Obat Naikkan Harga Tak Wajar

Sydney, rumah bagi seperlima dari 25 juta penduduk negara itu, sedang pula menjalani penguncian selama dua minggu ini untuk menahan wabah itu, yang telah mengkhawatirkan pihak berwenang di tengah upaya vaksinasi nasional yang lamban.

"Saya pikir vaksin pasti akan mengurangi penyakit, itu pasti akan mengurangi rawat inap. Tapi kita pasti akan memiliki virus yang beredar di masyarakat yang menyerang orang-orang yang tidak divaksinasi," ujar Profesor Jill Carr, ahli virus dari College of Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Flinders University.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved