Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Kabur dari Polda Babel, Rekaman CCTV Tunjukkan Ini

AS terduga teroris dikabar kabur dari Mapolda Bangka Belitung, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Editor: Teguh Suprayitno
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi anggota Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris. 

Melihat itu, Rusmini kembali ketakutan.

Ia pun bergegas pergi dari rumah serta membawa anaknya yang berumur 11 tahun untuk menenangkan diri di rumah saudaranya di Desa Petaling.

"Seumur-umur saya enggak pernah ngeliat beginian, takut saya," ucap Rusmini.

Awalnya Rusmini mengaku tidak mengetahui mengapa AS tetangga sekaligus pemilik rumah kontrakan yang ditempatinya itu ditangkap polisi.

“Saya tahunya setelah dikasih tahu warga lain kalau yang nangkap AS itu Densus 88. Katanya AS diduga terlibat teroris,” beber Rumini.

Rusmini juga mengaku selama 1 tahun lebih bertetangga dengan AS, ia sama sekali belum pernah masuk ke dalam rumah AS.

"Enggak enak saja kalau nyelonong masuk, soalnya dia juga enggak pernah ada basa-basi nyuruh masuk rumah," sebut Rusmini.

Belakangan dikabarkan AS kabur dari ruang pemeriksaan (pengamanan) Polda Babel, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Sejak Rabu (30/6/2021) sekira pukul 23.00 WIB hingga Kamis pukul 02.30 WIB, tim penyidik melakukan interogasi terhadap tersangka AS di ruang pemeriksaan tersebut.

Ketua RT Kaget

Sementara Supangat (52) Ketua RT 01, Dusun II, Desa Kace sedang menikmati santap siang, ketika ponsel miliknya berdering, Rabu (30/6/2021).

Di layar ponsel, muncul nama Bhabinkamtibmas Desa Kace.

Supangat segera menerima telepon dari anggota polisi itu.

Di ujung telpon, anggota Bhabinkamtibmas meminta Supangat segera beranjak ke rumah AS (44), warga yang tinggal di lingkungannya.

Sebagai Ketua RT, Supangat menerka-nerka sebab musabab dipanggil polisi.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved