Pasca Gencatan Senjata Mei Lalu, Israel Sudah 3 Kali Meluncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
Sejak gencatan senjata Mei lalu, terhitung Israel sudah tiga kali melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Serangan udara terbaru terjadi pada Jumat (2/7)
TRIBUNJAMBI.COM – Sejak gencatan senjata Mei lalu, terhitung Israel sudah tiga kali melancarkan serangan ke Jalur Gaza.
Serangan udara terbaru terjadi pada Jumat (2/7), ke sejumlah lokasi di Jalur Gaza.
Keamanan Hamas di Jalur Gaza mengatakan, serangan itu menghantam tempat pelatihan.
Namun tidak ada korban yang dilaporkan dari serangan-serangan itu.

Terpisah, juru bicara militer Israel menyatakan serangan udara itu merupakan balasan atas peluncuran balon pembakar dari Jalur Gaza menuju pemukiman Israel di sekitarnya.
"Menanggapi balon pembakaran yang ditembakkan ke wilayah Israel hari ini, jet tempur [militer] menyerang sebuah lokasi pembuatan senjata milik organisasi teror Hamas," kata pernyataan itu.
Tidak ada indikasi langsung mengenai kelompok yang berbasis di Jalur Gaza yang bertanggung jawab atas peluncuran balon tersebut.
Tetapi Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas tindakan apa pun.
Ini adalah ketiga kalinya Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza sejak diberlakukannya gencatan senjata yang diduduki Israel itu pada Mei, untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina selama 11 hari lalu.
Baca juga: VIRAL Sosialita Gelar Arisan Brondong untuk Dijadikan Tumbal agar Tetap Cantik,Ini Penjelasan Polisi
Baca juga: Manfaat Baik Minum Air Rebusan Nanas di Kala Perut Kosong, Alami Perubahan Mengejutkan Ini
Pada hari Kamis, dinas pemadam kebakaran Israel mengatakan bahwa peluncuran balon pembakar dari Gaza telah memicu empat kebakaran kecil di wilayah Eshkol selatan, di perbatasan Gaza.
Api itu kecil dan tidak berbahaya dan dengan cepat dapat dikendalikan, kata sebuah pernyataan dari dinas pemadam kebakaran.
"Seorang penyelidik kebakaran menetapkan bahwa semua kebakaran disebabkan oleh balon pembakar (dari Gaza),” kata pernyataan itu.
Sebelas hari pertempuran mematikan antara Israel dan penguasa Hamas di Gaza, serta kelompok bersenjata Palestina lainnya yang berbasis di daerah kantong, berakhir pada 21 Mei dengan deklarasi gencatan senjata.
Konflik 11 hari itu menewaskan sedikitnya 256 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, menurut pihak berwenang Gaza.
Di Israel, 13 orang, termasuk dua anak-anak, tewas oleh roket yang ditembakkan dari Gaza, kata polisi dan tentara.