Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Editorial

Gelombang Pengangguran di Jambi yang Bikin Waswas

Apabila persoalan pengangguran di Jambi ini tak memperoleh respons baik dari pemerintah, maka potensi berdampak pada masalah sosial.

Editor: Deddy Rachmawan
Instagram Prakerja
Kartu Prakerja gelombang 17 

Angka pengangguran di Jambi perlu mendapatkan perhatian serius. Setidaknya ada sekitar 120 ribu pengangguran di Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini.

Wabah Covid-19 menambah beban sosial, dimana pengangguran pasti terus meroket. Itu lantaran banyak tempat usaha merugi.

Bisnis tak kuasa bertahan lantaran gawatnya Covid-19 yang ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan pembatasan ekonomi.

Wabah Covid-19 ini tentu menyumbang pengangguran struktural yang cukup tinggi. Banyak perusahaan mengalami kemunduran.

Perusahaan yang terus merosot ini menyebabkan produksi menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi pengangguran.
Apabila persoalan pengangguran di Jambi ini tak memperoleh respons baik dari pemerintah, maka potensi berdampak pada masalah sosial.

Masalah-masalah sosial yang muncul, di antaranya kemiskinan, premanisme, prostitusi, dan peningkatan kriminalitas lain.

Memang kita mengetahui kalau pemerintah pusat memiliki program Kartu Prakerja. Tetapi, sejauh mana program itu teruji kesuksesannya. Di Jambi sendiri, setidaknya ada sekitar 33 ribu orang yang belum mendapat bantuan Kartu Prakerja dan belum memiliki pekerjaan.

Di sisi lain, belum tentu pula peserta Kartu Prakerja benar-benar mampu mengentaskan dirinya agar tidak menjadi pengangguran.

Bisa saja mereka mendaftar sebagai pihak yang memperoleh Kartu Prakerja hanya untuk mengincar insentif saja, dan bukan untuk membuat usaha sendiri.

Baca juga: 19 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Tanjung Jabung Timur, 8 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Cinta Ditolak Karena Dibilang Pengangguran dan Mantan Napi, Pria Ini Siram Air Keras ke Guru TK

Baca juga: Sekitar 120 Ribu Warga Jambi Nganggur Disnakertrans Sebut Cukup Terbantu Kartu Prakerja

Tidak ada kepastian apakan pemeroleh manfaat Kartu Prakerja benar-benar lepas dari jeratan pengangguran.
Perlu diketahui, masyarakat yang mengikuti Kartu Prakerja mendapat fasilitas bimbingan dan pelatihan online. Kemudian, diberikan insentif per bulan, selama empat bulan.

Di Jambi, misalnya, apakah Kartu Prakerja efektif mendorong seorang pengangguran memperoleh pekerjaan? tidak ada jawaban pasti.

Kartu Prakerja yang menjadi program andalan pemerintah pusat ini tak bisa diakses langsung oleh pemerintah daerah. Maka dari itu, tingkat keampuhan Kartu Prakerja juga tidak bisa menjadi pegangan pasti.

Maka dari itu, pemerintah daerah perlu mewaspadai gelombang pengangguran, dampak wabah covid-19. Jangan sekadar percaya statistik yang tidak bisa dipastikan keakurasiannya.

Hal paling rasional di antaranya, pemerintah daerah hendaknya terjun langsung memberi pendampingan wirausaha lewat dinas terkait.

Apalagi, masih ribuan orang yang belum memiliki akses Kartu Prakerja, dimana Kartu Prakerja sendiri belum diketahui tingkat efektifnya dalam mengentaskan pengangguran.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved