Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ferdinand Tak Terima Habib Rizieq Disebut Satrio Piningit, Langsung Singgung Kasus Chat Mesum

Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean tak percaya Habib Rizieq Shihab disebut Satrio Piningit. Ia mengatakan tak mungkin Satrio Piningit Chat mesum.

Editor: Rohmayana
POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI
Rizieq Shihab menuding Mahfud MD penyebab munculnya kerumunan di bandara saat ia dijemput sepulang dari Arab Saudi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-- Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean jawab soal Habib Rizieq Shihab yang disebut Satrio Piningit.

Ferdinand Hutahaean sama sekali tak percaya atas pernyataan budayawan Ridwan Saidi yang menyebutkan Habib Rizieq Shihab merupakan Satrio Piningit.

Ia menyebutkan, dalam cacatan yang ada, Satrio Piningit kelak akan datang dari Tanah Jawa.

Ferdinand juga menggambarkan sosok Satrio Piningit memiliki wajah yang tampan dan berwibawa.

Dia pun heran apabila ada yang menyebut Habib Rizieq Shihab sebagai Satrio Piningit.

Bahkan, Ferdinand menyinggung terkait kasus chat mesum yang pernah dituduhkan kepada Habib Rizieq.

"Ramalan Jayabaya tentang Satria Piningit itu menuliskan bahwa "Satria Piningumit itu seperti Batara Kresna (tampan, berwibawa) tegas seperti baladewa. Dan yang pasti Satrio Piningit itu datang dari Tanah Jawa, bukan dari Yaman. Tidak mungkin Satrio Piningit chat mesum..!" tulisnya di Twitter pada Jumat (2/7/2021).

"Ramalan Joyoboyo itu kemudian digubah oleh Ronggowarsito (1802-1873) yang poinnya adalah datangnya jaman Kolobendu yang secara “Condrosengkolo” datang pada tahun 1997 dan berakhir dengan jaman Kolosubo tahun 2025. Satrio Piningit itu orang Jawa, bukan orang Yaman..!!" imbuhnya.

Baca juga: Kenali Gejala Angin Duduk, Dan Ketahui Cara Mengatasi Jika Terkena

Sebelumnya, Budayawan Ridwan Saidi memberikan pernyataan mengejutkan.

Ia menyebut bahwa Habib Rizieq adalah seorang Satrio Piningit, sosok yang selama ini kedatangannya ditunggu-tunggu.

"Kalau saya merujuk kepada kebudayaan jawa, Habib Rizieq itu adalah Satrio Piningit, orang yang ditunggu-tunggu," ujar Ridwan Saidi dalam channel Youtube Refly Harun, dikutip pada Jumat (2/1/2021).

Ridwan kemudian membandingkan kondisi sekarang dengan kondisi perpolitikan di tahun 1950an.

Dimana, terdapat perbedaan jauh dalam pengistilahan politikus.

"Kalau kritik kepada partai-partai itu cuma satu saja dalam pandangan kita dengan tahun 1950. Tahun 1950 itu ada yang mereka katakan politikus.

Politikus itu mempunyai syarat intelektualitas, punya etika. Kalau sekarang istilahnya pekerja politik. Kalau nggak ada intelektual, nggak ada etika, itu namanya pekerja politik" ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved