Kenali Gejala Angin Duduk, Dan Ketahui Cara Mengatasi Jika Terkena
Pasokan darah ke otot jantung terganggu karena adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Angin duduk biasa terjadi secara tiba-tiba.
TRIBUNJAMBI.COM - Dikutip dari Halodoc, Penyakti Angin duduk adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dada akibat otot jantung kurang mendapatkan pasokan oksigen dari aliran darah.
Pasokan darah ke otot jantung terganggu karena adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah. Angin duduk biasa terjadi secara tiba-tiba.
Pengidap angin duduk biasanya akan mengalami berbagai gejala, antara lain:
Baca juga: Terekam Posisi Kaki Syahrini dan Reino Barack Menyilang di Ranjang: Pak RB Suka Nyebrang Gitu Ya
Baca juga: Virus Corona Varian Delta Makin Dikhawatirkan Ilmuwan, Kini Muncul Lagi Varian Kappa dan Lambda
Baca juga: Terduga Teroris Dikabarkan Kabur Melewati Jendela, Kapolda: Saya Cek Dulu
Nyeri dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
Dada seperti terhimpit atau tertekan benda berat.
Sesak napas, tubuh terasa lelah, mual, pusing, gelisah, mengeluarkan keringat berlebihan, pingsan.
Penyebab Angin Duduk
Jantung membutuhkan cukup darah yang kaya oksigen. Darah untuk jantung dialirkan oleh dua pembuluh besar yang disebut sebagai pembuluh koroner. Penyebab utama angin duduk adalah terjadinya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh koroner tersebut. Berikut adalah beberapa jenis angin duduk yang dapat terjadi:
Angina stabil.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas fisik, misalnya olahraga. Saat seseorang berolahraga, jantungnya akan membutuhkan lebih banyak oksigen dari aliran darah. Kebutuhan tersebut tidak akan tercukupi jika terjadi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh koroner. Serangan angin duduk stabil juga dapat dipicu oleh hal lain, seperti merokok, stres, makan berlebihan, dan udara dingin.
Angina tidak stabil.
Keadaan ini dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung. Meskipun pengidap sudah mengonsumsi obat dan istirahat, tetapi nyeri dada akibat angin duduk tidak stabil akan tetap ada. Jika tidak ditangani dengan baik, serangan angin duduk tidak stabil bisa berkembang menjadi serangan jantung.
Angina varian (angina duduk Prinzmetal).
Pada keadaan ini, arteri jantung menyempit sementara akibat spasme atau kekakuan pembuluh darah. Orang yang sedang beristirahat pun bisa terkena angin duduk varian. Hal ini dikarenakan angin duduk varian dapat terjadi kapan saja. Penyempitan sementara pada pembuluh darah ini menyebabkan pasokan oksigen dari aliran darah ke jantung menurun dan timbulah nyeri dada. Gejala pada angin duduk varian ini dapat diredakan dengan obat-obatan.
Cara mendiagnosa penyakit Angin Duduk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/30112016-ilustrasi-jantung-sehat_20161130_233107.jpg)