Kades Lubuk Bedorong Diaktifkan
Kembalikan Rp 85 Juta, Jabatan Kepala Desa Lubuk Bedorong Sarolangun Akhirnya Diaktifkan Lagi
Berita Sarolangun - Kepala Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun, Sarolangun pada Februari lalu dinonaktifkan jabatannya oleh Pemkab Sarolangun
Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
Kembalikan Rp 85 Juta, Jabatan Kepala Desa Lubuk Bedorong Sarolangun Akhirnya Diaktifkan Lagi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Bayu, Kepala Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun, Sarolangun pada Februari lalu dinonaktifkan jabatannya oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Kini, jabatan Kepala Desa Lubuk Bedorong itu sudah diaktifkan kembali.
Penonaktifan Kepala Desa Lubuk Bedorong, Bayu pada Februari lalu karena ada desakan dan dorongan dari tokoh masyarakat, BPD serta masyarakat yang melakukan aksi menuding kepala desa terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Limun.
Mulyadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sarolangun menyampaikan, Kepala Desa Lubuk Bedorong dinon aktifkan selama tiga bulan lalu.
Selama penonaktifan Kepala Desa Lubuk Bedorong itu, pihak PMD, inspektorat serta kelapa bagian hukum Setda Sarolangun Mendapatkan temuan.
Hasil temuan tersebut yakni dari pemeriksaan oleh inspektorat Sarolangun.
"Antara lain ada pajak yang belum dibayar dan beberapa kegiatan kelebihan pembayaran. Dan sudah dikembalikan oleh Kepala Desa Lubuk Bedorong lebih kurang Rp 85 juta," kata Mulyadi, Senin (28/6/2021).
Pihaknya setelah melakukan kordinasi dengan berbagai elemen, sampai saat ini tidak menemukan keterlibatan Bayu menjadi pelaku penambangan emas ilegal tersebut.
"Baik proses hukum maupun proses lainnya terhadap Bayu kades Lubuk Bedorong," katanya.
Dari hasil yang dilakukan selama tiga bulan tersebut. Pihak PMD, inspektorat, Kabag Hukum, asisten Sekda Sarolangun menyimpulkan, jabatan Kepala Desa Lubuk Bedorong diaktifkan kembali.(tribun jambi/rifani halim)
• Kades Batu Empang Sebut Warga Gotong Jenazah di Dusun Sekeledi Bukan Kali Pertama Terjadi
• BOCAH 10 Tahun Tewas saat Berusaha Selamatkan Ibunya yang Mau Dirudapaksa Tukang Antar Galon
• Tak Ingin Dibongkar Satpol PP, Pedagang di Sekitar SMKN 4 Kota Jambi Diminta Bongkar Lapak Sendiri