Breaking News:

Kedelai Langka

Kedelai Langka di Kabupaten Bungo, Abdul Majid Sebut Petani Lokal Kalah Saing

Berita Bungo - Pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Bungo menjerit. Mereka mengeluhkan tingginya harga kedelai dipasaran saat ini.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rahimin
tribunjambi/mareza sutan
Kabid Ketahanan Pangan Dinas TPHPBun Bungo Abdul Majid. Kedelai Langka di Kabupaten Bungo, Abdul Majid Sebut Petani Lokal Kalah Saing 

Kedelai Langka di Kabupaten Bungo, Abdul Majid Sebut Petani Lokal Kalah Saing

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Bungo menjerit. Mereka mengeluhkan tingginya harga kedelai dipasaran saat ini.

Kurangnya pasokan dan langkanya kedelai lokal juga menjadi penyebab utama tingginya harga tersebut.

Saat ini, di Kabupaten Bungo sudah sangat langka petani menanam atau membudidayakan kedelai. Dari yang sebelumnya sempat 700 hektar lahan kedelai, kini tinggal sekitar 125 hektar lahan.

Banyak faktor mengapa petani tidak lagi menanam kedelai, pertama lahan yang semakin berkurang, kemudian harga jual kalah jauh dibandingkan dengan kedelai impor sehingga petani tidak mendapatkan untung yang banyak serta kendala lainnya.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura & Perkebunan (TPHP &Bun) Bungo, Abdul Majid ketika dikonfirmasi menyebut jika persoalan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini.

"Petani kita banyak yang tidak mau lagi menanam kedelai. Mereka lebih memilih tanaman yang untungnya lebih banyak," katanya, Senin (28/6/2021).

Selain itu, kwalitas dan nilai jual kedelai lokal juga kalah saing dari kedelai impor. Kacang kedelai impor lebih besar dibandingkan dengan kedelai lokal, kemudian harga juga jauh murah dibandingkan lokal.

"Di situ kita kalahnya, makanya petani kita malas untuk menanam kedelai," imbuhnya.

Namun demikian, Dinas TPHPBun Bungo akan terus mendorong para petani untuk menanam kedelai. Jika petani ingin menanam kedelai, pemerintah siap memberikan bantuan berupa benih, pupuk hingga herbisida.

"Kita ada bantuan dari pusat. Satu hektar itu benih 50Kg, pupuk biasa, pupuk cair, dan herbisida. Itu gratis, tapi harus dengan kelompok tani," pungkasnya. (tribun jambi/muzakkir)

Pengrajin Tahu Tempe di Kabupaten Bungo Menjerit, Harga Kedelai Melambung Tinggi

Disdukcapil Ungkap 8 Ribu Masyarakat Batanghari Belum Miliki KTP Elektronik

Cara Menyiram Anggrek Agar Cepat Berbunga - Cukup Seminggu Sekali, Perhatikan Media Tanamnya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved