Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Rusia Ancam Akan Bom Kapal Perang Ratu Elizabeth Bila Angkatan Laut Inggris Nekat Lakukan Hal Ini

Ancaman dilancarkan oleh Rusia kepada Inggris dengan menegaskan akan mengebom kapal angkatan laut Ratu Elizabeth itu di Laut Hitam.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sputnik dan via SOSOK.ID
Militer Rusia 

TRIBUNJAMBI.COM, LONDON - Ancaman dilancarkan oleh Rusia kepada Inggris dengan menegaskan akan mengebom kapal angkatan laut Ratu Elizabeth itu di Laut Hitam.

Hal itu dilakukan bila ada tindakan provokatif lebih lanjut oleh angkatan laut Inggris di lepas pantai Krimea yang dicaplok Rusia.

Seeperti yang dikuti dari Reuters, Rusia turut memanggil duta besar Inggris di Moskow untuk memberikan teguran diplomatik resmi usai kapal perang Inggris telah melanggar apa yang disebut Kremlin sebagai perairan teritorialnya.

Meskipun Inggris dan sebagian besar dunia juga mengatakan perairan itu merupakan milik Ukraina.

Inggris juga mengatakan Rusia turut memberikan laporan yang tidak akurat tentang insiden itu.

(Ilustrasi) Militer Rusia
(Ilustrasi) Militer Rusia (TASS/Vitaly Nevar)

Tidak ada pula tembakan peringatan yang sampai ditembakkan dan tidak ada pula bom yang dijatuhkan di jalur kapal perusak Angkatan Laut Kerajaan, Defender.

Di Moskow, Rusia juga memanggil Duta Besar Deborah Bronnert untuk menegur tindakan "berbahaya" Inggris di Laut Hitam itu.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga menuduh London melakukan "kebohongan terbuka".

"Kami meminta digunakannya akal sehat, menuntut penghormatan terhadap hukum internasional, dan jika itu tidak berhasil, kami dapat menjatuhkan bom," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov kepada kantor berita Rusia.

Ryabkov, turut mengacu pada peristiwa versi Moskow yang di mana sebuah pesawat Rusia membom jalur kapal perusak Inggris, mengatakan bahwa di masa depan bom akan dikirim tidak hanya di jalurnya, tetapi juga tepat sasaran.

Laut Hitam, yang digunakan oleh Rusia sebagai tempat untuk memproyeksikan kekuatannya di Mediterania, selama berabad-abad menjadi titik nyala antara Rusia dan juga para pesaingnya seperti Turki, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Rusia juga merebut dan juga mencaplok semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 dan menganggap daerah di sekitar pantainya sebagai perairan Rusia.

Baca juga: LINK Live Streaming Malam Ini Rusia vs Denmark di EURO 2020, Prediksi Skor hingga Susunan Pemain

Baca juga: Pernyataan Telak Joe Biden yang Sebut Vladimir Putin Pembunuh, Ini Balasan Menohok Presiden Rusia

Baca juga: AS Bersiap Perang Lawan China dan Rusia, Joe Biden Minta Anggaran Pertahanan AS Ditambah

Negara-negara Barat itu sampai menganggap Krimea sebagai bagian dari Ukraina dan menolak klaim Rusia atas laut di sekitarnya.

Perdana Menteri Boris Johnson ini mengatakan kapal perang Inggris, yang melakukan perjalanan dari pelabuhan Ukraina Odessa ke pelabuhan Georgia Batumi, bertindak sudah sesuai dengan hukum dan telah berada di perairan internasional.

"Ini adalah perairan Ukraina dan sepenuhnya tepat untuk menggunakannya dari A ke B," ujar Johnson kepada Reuters.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved