Kopassus
9 Perwira Muda Kopassus Vs Pemberontak di Kalimantan, Sintong: Bila Ada yang Mati Aku Tanggung Jawab
Seperti halnya cerita Perwira muda Kopassus, pasukan elite TNI AD ini yang dikirim untuk menghadapi pemberontak di Kalimantan kala itu.
TRIBUNJAMBI.COM - Cerita akan aksi heroik prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) banyak menarik perhatian masyarkat Indonesia.
Pasalnya, selain memiliki aksi yang sangat mengerikan bagi musuh. Kopassus juga kerap merasakan misi-misi di luar nalar.
Seperti halnya cerita Perwira muda pasukan elite TNI AD ini yang dikirim untuk menghadapi pemberontak di Kalimantan kala itu.
Empat orang perwira remaja, yaitu Letda Inf Subagyo HS, Letda Inf Kirbiantoro, Letda Inf. Muchdi PR dan Letda Inf. S. Supriyadi akan diterjunkan di hutan dekat Desa Tanjung.
Meski mereka baru saja lulus pendidikan para komando, sudah menjadi tradisi di Kopassus para prajurit muda itu diberi kesempatan untuk menimba pengalaman tugas langsung di medan operasi.

Dilansir langsung dari buku 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto, tradisi ini pernah dialami sembilan perwira muda yang baru menyelesaikan pendidikan di Pusat Pendidikan Kopassandha (sekarang Kopassus) di Batujajar, Jawa Barat
Tak tanggung-tanggung, dari sembilan perwira muda Kopassus ini ditugaskan untuk menghadapi pemberontak di Kalimantan kala itu
Empat orang perwira remaja lainnya, yaitu Letda Inf Subagyo HS, Letda Inf Kirbiantoro, Letda Inf. Muchdi PR dan Letda Inf. S. Supriyadi akan diterjunkan di hutan dekat Desa Tanjung.
Selanjutnya mereka pun akan bergabung dengan Yonif 515 yang bermarkas induk di Jember, Jawa Timur.
Para remaja itu akan memulai tugasnya dalam pertempuran sebagai komandan pleton pada pasukan infantri.
Sementara itu, lima orang perwira remaja lainnya, masing-masing Lettu Inf Torang Tobing, Lettu Inf Niko Tumatar, Lettu Inf Edward Simbolon, Letda Inf Istiarto dan Lettu Johanes Bambang, akan ditempatkan di hutan dekat desa Paloh mereka bergabung dengan Satgas-42
Pada 5 Desember 1972 pagi hari, pesawat C-47 Dakota Skadron-2 / Angkut Ringan AURI bertolak dari Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, menuju hutan di Sektor Barat Kalimantan Barat dekat daerah perbatasan.
Mengingat di hutan di daerah itu masih banyak sekali aktivitas gerombolan komunis Serawak, maka Komandan Satgas 42/Kopassandha Mayor Sintong Pandjaitan memerintahkan agar disediakan pasukan pengamanan.
Sintong pun mengatakan bahwa terjun tempur di hutan, akan berkesan bagi para remaja tersebut.
"Tapi jika mereka ada yang mati, aku yang bertanggung jawab," ujar Sintong
