Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Konflik Israel Palestina

Israel Ingin Jalin Hubungan dengan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam

Di tengah panasnya situasi di Jalur Gaza, Israel menyatakan keinginan menjalin hubungan dengan Indonesia.

Editor: Suang Sitanggang
YONATAN SINDEL / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett 

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah panasnya situasi di Jalur Gaza, Israel menyatakan keinginan menjalin hubungan dengan Indonesia.

Israel juga siap menjalin hubungan dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Tiga negara ini merupakan negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam.

Rencana Israel menjalin hubungan dengan tiga negara ini terungkap dalam laporan media The Jerusalem Post.

Dikuitp Tribun dari media malaysia www.bharian.com.my, pada wawancara dengan The Jerusalem Post, Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, mengatakan penting menjalin hubungan dengan tiga negara ini.

Dengan demikian, Sagi Karni menyebut akan memungkinkan pemerintahnya mengoreksi kesalahpahaman soal konflik Israel-Palestina.

Saat Israel memborbardir Jalur Gaza selama 11 hari, tiga negara ini mengutuk serangan tersebut.

Serangan pada Mei lalu itu menewaskan lebih dari 250 orang di Jalur Gaza.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Abdul Kadir Jaelani, Jokowi Enggan Berhubungan dengan Israel

Baca juga: Sosok Ebrahim Raisi, Presiden Baru Iran yang Buat Israel Bereaksi Keras, Dikenal Sebagai Algojo

Malaysia, Indonesia, dan Brunei juga meminta PBB supaya turun tangan menghentikan serangan brutal tersebut.

Sejauh ini, ketiga negara ini belum punya hubungan resmi dengan Israel.

Karni mengkritik pemimpin negara Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Dia menyebut pemimpin tiga negara ini 'tidak jujur' dan tidak didasarkan pada keadaan sebenarnya soal konflik di sana.

Dia menyebut konflik Israel dengan Hamas bukan berarti konflik Israel terhadap semua orang Palestina.

“Hamas adalah organisasi anti-Yahudi, saya tidak tahu berapa banyak orang di media sosial yang benar-benar memahami betapa radikal dan fasisnya Hamas,” ucapnya.

Menurut dia, satu-satunya cara untuk memiliki pengaruh besar pada apa yang terjadi di Asia Barat adalah dengan menjalin hubungan dengan Israel.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved