Gubernur BEM FKIP Unja suarakan Keresahan Mahasiswa Terkait Kebijakan MBKM
Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang begitu signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk juga dalam bidang pendidikan.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Terkait penempatan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di luar kampus
Hal ini dinilai kontradiktif dengan kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19.
"Kita semua tahu bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah sempat diizinkan tatap muka sesuai dengan zona warna Covid-19 di daerah masing-masing, namun di semester depan pembelajaran di sekolah yang diizinkan hanya 2 hari dalam 1 pekan dan masing-masing hanya 2 jam saja," tambahnya.
"Sedangkan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi dilakukan full secara daring terhitung mulai pertengahan semester genap tahun 2019/2020. Dengan adanya penempatan mahasiswa peserta PMM di kampus mitra secara luring sebagaimana tertuang dalam Panduan Operasional Baku (POB), maka dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di kalangan mahasiswa lainnya yang masih ‘dipaksa’ melakukan pembelajaran secara daring," lanjutnya.
Masih belum meratanya sosialisasi yang berdampak pada pemahaman Prodi terkait konversi SKS
Konversi SKS pada prinsipnya merupakan kebijakan yang dijalankan prodi, namun masih ada sebagian prodi yang beranggapan program-program MBKM tidak relevan dengan MK yang ada di Prodinya masing-masing sehingga menyulitkan bagi mahasiswa untuk mendapatkan konversi SKS.
Dengan adanya program-program yang begitu padat dan bertubi-tubi, membuat mahasiswa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga lupa untuk menempa diri melalui organisasi.
"Selain adanya pembatasan kegiatan tatap muka, kesibukan para mahasiswa mengikuti program-program ini juga menjadi alasan lain, program MBKM ini memang baik untuk mahasiswa tapi jangan lupa untuk menyeimbangkan ‘Merdeka Belajar’ dengan ‘Merdeka Organisasi’ agar ketiga fondasi kompetensi utuh mahasiswa itu dapat tercapai yaitu belajar, berkolaborasi dan berkarya," tambahnya.
"Merdeka organisasi juga penting, tempat menempa diri, membangun karakter, kemampuan bersosialisasi, kemampuan mencari solusi dalam permasalahan, penyelesaian, belajar kepemimpinan dan itu sangat dibutuhkan di kehidupan setelah kuliah, dan kita sebagai mahasiswa akan lebih berguna dan siap bersaing di masa depan," tutupnya.
Baca juga: Tim Putra Polo Air Jambi Optimistis Sumbang Medali Meski Latihan Malam Terkendala Lampu
Baca juga: VIDEO Detik-detik Base Camp Narkoba di Danau Kedap Digerebek Polda Jambi
Baca juga: Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta - Mazda, Daihatsu Terios, Sirion Tahun Muda