Breaking News:

Udara di Kerinci Terasa Dingin

Suhu Udara di Kerinci Terasa Lebih Dingin, Pengaruh Angin Monsun dari Australia

Berita Kerinci - Suhu udara di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dua hari terakhir terasa dingin.

Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
tribunjambi/heru
Gunung Kerinci. Suhu Udara di Kerinci Terasa Lebih Dingin, Pengaruh Angin Monsun dari Australia 

Suhu Udara di Kerinci Terasa Lebih Dingin, Pengaruh Angin Monsun dari Australia 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Suhu udara di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dua hari terakhir terasa dingin.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci, itu terjadi karena ada penomena penurunan suhu udara di wilayah Kerinci. 

Hal itu disampaikan Prakirawan cuaca BMKG Depati Parbo Kerinci, Muhammad Naufal dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Naufal menyebutkan, dalam dua hari terakhir ini di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, terjadi fenomena penurun suhu udara.

Hal itu disebabkan adanya pengaruh angin monsun dari Australia yang bersifat kering yang bergerak dari Australia menuju Asia serta melewati wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

”Musim kemarau di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh dominasi angin monsun Australia. Dimana monsun Australia merupakan pergerakan massa udara yang bersifat dingin dan kering yang bergerak dari benua Australia menuju Asia yang melewati wilayah indonesia dan membawa sedikit uap air,” jelasnya. 

Suhu udara dingin sebutnya, merupakan karakter dari musim kemarau. Sehingga di saat datang musim kemarau, uap air yang dapat membentuk awan di atmosfer bermanfaat menyerap radiasi atau panas, yang berasal dari bumi maupun matahari lebih sedikit. 

Sehingga lanjutnya, radiasi panas matahari yang dipantulkan ke bumi lebih cepat karena sedikitnya hambatan yang dapat memicu kondisi suhu menjadi panas di saat siang hari. Serta radiasi panas yang berasal dari bumi langsung menuju keluar atmosfer, tanpa diserap oleh awan yang dapat memicu suhu udara di bumi cepat dingin.

“Dengan rendahnya uap air yang terbentuk mengakibatkan awan hujan yang terbentuk sedikit pula. Hal ini menyebabkan kondisi cuaca di dominasi dengan keadaan cerah hingga cerah berawan. Sedikitnya awan di atmosfer menyebabkan radiasi matahari yang dipantulkan balik oleh bumi ke langit di malam hari lebih cepat karena sedikitnya hambatan, hal inilah salah satu faktor penyebab lebih dinginnya suhu udara di malam hari pada saat musim kemarau,” sebutnya. 

Menurut Naufal, berdasarkan  pengamatan BMKG Depati Parbo Kerinci, suhu dingin terjadi pada Sabtu 19 Juni 2021 malam. Suhu saat itu mencapai 15,0 celcius, sedangkan suhu terpanas tejadi pada minggu 30 Mei 2021 lalu yang mencapai 30,8 celcius.

Al Haris Diusulkan Diberhentikan Jadi Bupati Merangin Setelah Ada Surat dari Pj Gubernur Jambi

Tetangga Indonesia Ini Ancam Penjarakan Rakyatnya yang Tak Mau Divaksin Covid-19

Bagi Pecinta Hewan, Datang ke Happy Pet Clinic Kota Jambi Bisa Gratis Konsultasi Kesehatan Hewan

"Berbeda pada saat musim penghujan, awan yang berada di atmosfer lebih banyak sehingga radiasi atau panas yang dipantulkan ke bumi  langsung diserap oleh awan di atmosfer sehingga tidak memicu panas pada siang hari. Serta radiasi atau panas dari bumi langsung diserap oleh awan sehingg bisa menghangatkan suhu udara di bumi," pungkasnya.(tribun jambi/heru pitra)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved