Breaking News:

Tak Bisa Bayar Utang 7,2 Triliun, Perdagangan Saham Garuda Indonesia Dihentikan Sementara oleh BEI

Perdagangan saham perusahaan maskapai plat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) dihentikan sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Editor: Rohmayana
Wikipedia
Pesawat A300 Airbus Garuda Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-- Perdagangan saham perusahaan maskapai plat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) dihentikan sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini lantaran Garuda Indonesia sudah tak mampu membayar hutang ke BEI.

Pengumuman suspensi atau penghentian sementara dilakukan mulai Jumat (18/06/2021).

Mengutip dari keterbukaan informasi, keputusan suspensi kepada emiten dengan kode saham GIAA ini dilakukan karena Garuda Indonesia menunda pembayaran sukuk senilai 500 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 7,2 triliun

"Hal tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha perseroan.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 18 Juni 2021, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," ujar Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy diketahui Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Vera Florida melalui surat tertulis, Jumat.

BEI menjelaskan bahwa Garuda Indonesia telah menunda pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk yang telah jatuh tempo pada tanggal 3 Juni 2021 dan telah diperpanjang pembayarannya dengan menggunakan hak grace periode selama 14 hari,

sehingga jatuh tempo pada tanggal 17 Juni 2021, demikian dilansir dari Kompas.com

"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," ujar manajemen BEI.

Baca juga: Toni Manalu Diculik Lalu Dianiaya 6 Anggota TNI AL hingga Tewas, Gara-gara Urusan Mobil Calon Mertua

Sebagai informasi, BEI telah mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek GIAA yang tercatat di Papan Utama.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved