Breaking News:

Berita Merangin

Sejarah Masjid di Jambi Ini Berkaitan Erat dengan Soeharto, Namanya Masjid Pancasila

Sejarah pembangunan Masjid Besar Al Hidayah Pancasila atau yang populer disebut Masjid Pancaila di Kota bangko, erat dengan mantan Presiden Soeharto.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/darwin sijabat
Menelisik Masjid Pancasila di Kota Bangko 

"Di Prasasti itu diresmikan tanggal 14 Agustus 1989 dan ditandatangani Soerharto. Waktu peresmian yang hadir waktu itu Menteri PU, Radinal Mochtar," kata Hendri Pol.

Hingga kini bangunan tersebut berdiri kokoh di tengah tengah masyarakat.

Didirikannya Yayasan Amal bhakti Muslim Pancasila (YAMP) oleh presiden soeharto kala itu sebagai ajakan pada umat untuk menumbuhkan semangat bersedekah dalam upaya menghimpun daya dan dana untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di dalam melaksanakan ibadahnya.

Sebab, membangun masjid yang merupakan cita-cita didirikannya YAMP merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan umat Muslim.

Pertimbangan lain yang mendasari berdirinya YAMP kala itu adalah kemampuan pemerintah masih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan umat Islam. Bersedekah itu kemudian ditanggapi Korpri (1982) dan anggota TNI/ABRI melalui surat Panglima ABRI Jenderal Benny Moerdani.

Renovasi Tapi Tidak Mengubah

Seiring perkembangan zaman, Masjid Al Hidayah sudah dilakukan renovasi. Namun masjid tersebut masih bisa dilihat bentuk aslinya saat ini. Secara desain bangunan, Masjid tersebut memiliki arsitektural yang khas yaitu, bercungkup susun tiga, mungkin berbeda dengan bentuk Masjid secara umum berbentuk kubah.

Menelisik Masjid Pancasila di Kota Bangko
Menelisik Masjid Pancasila di Kota Bangko (tribunjambi/darwin sijabat)

Renovasi itu dikatakan Hendri Pol, Ketua Rt 06, lantaran semakin ramainya jemaah yang berada di masjid tersebut. Bahkan sebelum dironovasi, kepada tribun Hendri mengungkapkan, jumlah Jemaah hanya lima orang, dan saat ini telah berjumlah hingga ratusan orang.

"Ada renovasi 2016 lalu, penambahan besar karena tidak mampu menampung jamaah yang jumlahnya makin banyak dan posisi tempat wudhu juga dipindahkan. Kalau bentuk atap utamanya masih bangunan asli," kata Hendri Pol lagi.

Dikutip dari soeharto.co,Masjid-Masjid yang dibangun YAMP memiliki desain arsitektural khas, bercungkup susun tiga, sebagaimana corak asitektural masjid khas Nusantara pada masa lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved