Korea Utara Dilanda Krisis Pangan, Harga 1 Kg Pisang Capai Rp 641 Ribu, Kim Kong Un Akui Hal Ini
Korea Utara dikabarkan sedang mengalami krisis pangan atau kekurangan bahan pangan. Hal itu langsung diakui oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
TRIBUNJAMBI.COM - Korea Utara dikabarkan sedang mengalami krisis pangan atau kekurangan bahan pangan.
Hal itu langsung diakui oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang mengakui negaranya tengah menghadapi kekurangan pangan.
Menurut Kim Jong Un krisis pangan di Korea Utara disebabkan oleh topan dan banjir tahun lalu, dikutip dari CNN.
Kim Jong Un mengatakan dalam rapat pleno Partai Buruh Korea, bahwa negaranya mengalami "situasi pangan yang genting", Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada Rabu.
Negara yang tertutup ini semakin memisahkan diri dari dunia luar selama pandemi Covid-19.
Berbicara pada Selasa, Kim menyebut kondisi dan lingkungan yang dihadapi Korea Utara "menjadi lebih buruk saat memasuki tahun ini."
Padahal, ekonomi Korea Utara secara keseluruhan menunjukkan perbaikan.
Ia menuturkan, pertemuan partai yang berkuasa harus mengambil langkah terkait masalah tersebut, menurut KCNA.
Baca juga: Nadya Mustika Pontang-panting Cari Duit Demi Anak, Kini Sadar Diri Tak Diprioritaskan Rizki DA
Harga Pisang Capai Rp641 Ribu di Korea Utara
Media NK News, yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, melaporkan satu kilogram pisang di Pyongyang, ibu kota Utara, mencapai harga Rp641 ribu.
Mengutip Daily Mirror, ini setara dengan tujuh pisang, yang berarti masing-masing berharga Rp91 ribu.
Bulan lalu, Radio Free Asia melaporkan bahwa beberapa petani Korea Utara diminta menyumbangkan dua liter urin mereka setiap hari untuk membantu memproduksi pupuk.
Diketahui, jarang bagi Kim untuk mengakui bahwa sedang terjadi masalah di Korea Utara.
Namun, para ahli tidak percaya kekurangan makanan akan menyebabkan kelaparan di seluruh negeri, The Washington Post melaporkan.
Baca juga: VIRAL HP Meledak saat Dicas, Diduga Penyebabnya Karena Baterai Rusak, Kaget saat Kamar Penuh Asap
Awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB disarankan oleh Tomas Ojea Quintana untuk mempertimbangkan mencabut sanksi terhadap Korea Utara karena kekurangan pangan.