Sahabat Rasulullah

Sahabat Nabi yang Ikut Perang Yamamah Melawan Musailamah dan Jadi Pengobar Semangat

sahabat Nabi yang menjadi panglima perang Yamamah adalah Khalid bin Walid ra. Ada kisah menarik dari perang ini yang ditunjukkan oleh Barra bin Malik

Editor: Deddy Rachmawan
ilustrasi. sahabat Nabi Barra bin Malik dikepung pasukan pedang di perang Yamamah 

sahabat Nabi yang menjadi panglima perang Yamamah adalah Khalid bin Walid ra. Ada kisah menarik dari perang ini yang ditunjukkan oleh Barra bin Malik

TRIBUNJAMBI.COM – Perang Yamamah adalah perang kaum muslimin yang berhadapan dengan nabi palsu Musailaman dan pengikutnya.

Adapun sahabat Nabi yang menjadi panglima perang Yamamah adalah Khalid bin Walid ra.

Ada kisah menarik dari perang ini yang ditunjukkan oleh sahabat Nabi bernama Barra bin Malik ra.

Untuk diketahui, perang Yamamah adalah perangnya kaum muslimin melawan pengikut nabi palsu Musailamah si pendusta.

Mengutip buku karya Khalid Muhammad Khalid, Biografi 60 Sahabat Rasulullah, dikisahkan saat perang Yamamah tersebut, keberanian pasukan kaum muslimin menurun drastis.

Khalid bin Walid sebagai panglima perang meminta Barra bin Malik memberikan kalimat penyemangat kepada pasukan.

“Wahai penduduk Madinah, hari ini tidak ada Madinah bagimu tetapi yang ada adalah Allah dan surga.” Begitu Barra meneriakkan kalimat penyemangat.

Sontak saja semangat dan keberanian pasukan Islam berkobar. Pasukan Musailamah akhirnya musuh terdesak mundur dan berlindung di sebuah kebun yang luas.

Ketika itu kaum muslimin tak bisa masuk ke tempat perlindungan tersebut. Hingga akhirnya Barra bin Malik di atas bukit berseru dan kembali tampil.

Ia berteriak meminta agar dirinya diangkat  dan dilemparkan ke dalam kebun untuk membuka pintu masuk bagi pasukan Islam.

Barra bin Malik ra yang berharap syahid dalam peperangan, ternyata selamat dalam perang itu.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Zaid bin Tsabit Penghafal dan Penghimpun Alquran yang Meminta Ikut Berjihad

Baca juga: Akhir Hidup Rajjal bin Unfawah yang Murtad Mendukung Musailamah, Tewas di Tangan Zaid bin Khattab

Baca juga: Sahabat Nabi yang Jika Dia Bersumpah terhadap Allah, Sumpahnya Dikabulkan

Baca juga: Berakhirnya Perang Jamal, Saat Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidilah Dipanggil oleh Ali bin Abi Thalib

Padahal saat ia dilempar masuk ke pertahanan musuh dan membukakan pintu, pasukan Musailamah mengepungnya dengan pedang terhunus. Barra sang sahabat Nabi itu hanya terluka dan ia selamat.

Begitulah kisah sahabat Nabi Barra bin Malik yang oleh Rasulullah namanya disebut sebagai sahabat yang sumpahnya dikabulkan.

Suatu ketika Rasulullah saw berdoa. Ia menyebut nama sahabatnya.

Adalah Barra bin Malik ra, nama sahabat Nabi yang oleh Rasulullah.

“Banyak orang kusut yang berpakaian lusuh dan tidak diperhitungkan. Jika dia bersumpah terhadap Allah, sumpahnya pasti dikabulkan oleh Nya.Salah satunya adalah Barra bin Malik.?”

Demikian sabda Nabi Muhammad saw.  Rasulullah menyebut nama sahabat yang sumpahnya dikabulkan.

Pada perang itulah Barra bin Malik ra akhirnya menjemput syahid.

Anas bin Malik, saudaranya menyaksikan bagaimana Barra menjemput ajal.

Di perang itu pula, Barra bin Malik membunuh seratusan orang pasukan Persia.

Dikisahkan, saat korban makin banyak berjatuhan, termasuk dari pasukan muslimin, ada sahabat Nabi yang berkata kepada Barra.

“Wahai Barra ingatkah engkau apa yang disabdakan oleh Rasulullah tentang diri; Banyak orang kusut yang berpakaian lusuh dan tidak diperhitungkan. Jika dia bersumpah terhadap Allah, sumpahnya pasti dikabulkan oleh Nya.Salah satunya adalah Barra bin Malik.?”

Barra pun berdoa.

“Ya Allah tundukkanlah mereka kepada kami. Ya Allah berikanlah kekalahan kepada mereka dan berikan kemenangan kepada kita’”

Kaum muslimin pun menang dan Barra bin Malik wafat sebagai syuhada.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved