Megawati Sarankan Gunakan Cara Ini Jika Ingin Kalahkan KKB Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belum mampu ditumpas meski pemerintah telah mengirim ratusan prajurit ke Papua.

Editor: Teguh Suprayitno
Instagram @yonif315garuda
Prajurit TNI dari Yonif 315/Garuda akan dikirim ke Papua 

TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua belum mampu ditumpas meski pemerintah telah mengirim ratusan prajurit ke Papua.

Beruntung, petugas berhasil menangkap anggota KKB yang selama ini bertugas sebagai pemasok senjata.

Dia adalah Neson Murib, anggota KKB yang ditugaskan untuk mengumpulkan senjata.

Melansir Tribunnews, Neson telah melakukan transaksi senjata hingga Rp1,3 miliar.

Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri mengakui KKB lebih mengusai medan peperangan sehingga sulit ditumpas.

Ia pun menyarankan agar Badan Intelijen Negara (BIN) menggunakan strategi perang gerilya untuk memburu KKB Papua.

Baca juga: Fakta Terduga Teroris Tasikmalaya, Pernah Dibaiat ISIS hingga Belajar Beladiri di Gunung Galunggung

Alasannya, karena KKB lebih menguasai medan pertempuran ketimbang TNI-Polri.

Mereka lebih mengetahui jalan-jalan tikus di wilayah yang selama ini dikuasainya.

Hal itu dikatakan Megawati saat dirinya menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Megawati memberikan saran kepada Kepala BIN Budi Gunawan, untuk menuntaskan konflik di Papua.

Menurutnya, salah satu kesulitan aparat untuk menghadapi KKB adalah medan yang sudah dikuasai oleh KKB.

"Saya bilang di sini Pak BIN ya, Pak Budi Gunawan, piye toh yo, yang namanya urusan Papua itu, menurut saya loh, itu mereka yang tuan rumah toh, tahu jalan-jalan tikus," ucapnya.

Oleh karena itu, Megawati menyarankan pada BIN untuk menyiapkan strategi perang gerilya terkait penanganan konflik di Papua.

"Itu yang saya bilang, sangat perlu strategi yang namanya strategi perang gerilya," katanya.

"Naik pohon bisa, opo bisa, apalagi yang di pegunungan itu," ujarnya, menukil Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved