Breaking News:

Berita Merangin

Jangan Coba Coba Catut Kopi Robusta Merangin, Bisa Dituntut Denda Hingga Rp 2 Miliar

Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Sumatera-Merangin, nomor registrasi IDG 000000100 telah diserahkan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi..

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/darwin sijabat
Al Haris, Bupati Merangin beberapa waktu lalu serahkan sertifikat Indikasi Geografis, Kopi Sumatera Merangin ke petani 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pencatut kopi Robusta asal Kabupaten Merangin bisa dituntut denda hingga Rp 2 miliar.

Hal ini berkaitan dengan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Sumatera-Merangin, nomor registrasi IDG 000000100, yang telah diserahkan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Masurai Sei Tenang ‘Jangkat’ (MS’J’).

Sertifikat tertanggal, 10 Desember 2020 yang diterbitkan Kemenkumham RI itu, diserahkan Bupati Merangin, Al Haris kepada Ketua MPIG-MS’J’ Bambang di Gedung Serbaguna Desa Muara Madras Kecamatan Jangkat, Kamis (20/5/2021) lalu.

Menurut Ketua MPIG-MS’J’, Bambang mengatakan bahwa dengan dimilikinya sertifikat IG kopi itu akan berdampak langsung pada harga kopi yang berasal dari Kabupaten Merangin.

‘’Sebelum kita punya IG Kopi Sumatera-Merangin, harga kopi kita ditingkat petani hanya Rp 26 ribu perkilogram, sekarang sudah 120 ribu perkilogramnya,’’ujar Bambang seraya berterimakasih ke pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Merangin, Ibrahim menegaskan bahwa dengan sertifikat itu tidak ada lagi calah darah lain mengklaim kopi Merangin kopi dari daerahnya.

Jika nantinya ada yang mencatut, Ibrahim mengatakan oknum tersebut akan dikenakan denda hingga miliaran rupiah.

‘’Apabila ada daerah lain atau pihak dari manapun yang mencatut Kopi asal Merangin menjadi kopi dari daerah atau pihaknya, bisa dituntut denda sampai Rp 2 Miliar,’’ ungkapnya.

Kepada MPIG-MS’J’, Ibrahim berharap agar dapat memegang komitmen produksi kopi Merangin dengan sebaik-baiknya. Tentu hal itu diikuti dengan kualitas yang terus membaik dari tahun ke tahunnya.

Sebab jika tidak sesuai maka penerbitan sertifikat IG Kopi Sumatera-Merangin tersebut saja ditarik lagi.

Saat penyerahan kala itu, Bupati Merangin, Al Haris mengungkapkan bahwa memiliki sertifikat IG Kopi Sumatera-Merangin dengan proses pengurusannya cukup panjang.

Namun, setelah proses itu, maka kopi Merangin akan lebih terlindungi dan sudah bisa go nasional, bahkan internasional.

Pada ajang Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) Expo 2018 di Bali jelas bupati, ada pengusaha dari Aljazair, yang ingin kontrak pembelian kopi dari Merangin, namun karena waktu itu Merangin belum memiliki IG, jadi tidak bisa.

Sekarang pasca telah dimilikinya IG Kopi Sumatera-Merangin, semua kontrak pembelian kopi dengan pihak manapun sudah bisa dilakukan. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Ingin Berkurban? Disnak Merangin Perhatikan Syarat Hewan Kurban Berikut Ini

Baca juga: Inggris dan Skotlandia Akan Bertemu Di Euro 2020, Berikut Jadwal dan Prediksi Susunan Pemaian

Baca juga: Isteri Tigor Nainggolan Geram Lihat Dua Pembunuh Suaminya Bisa Santai Tolong Beri Hukuman Mati 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved