Sahabat Rasulullah
Nama-nama 65 Sahabat Nabi yang Ditugaskan Menuliskan Wahyu pada Periode Madinah
Selama kurang lebih 21 tahun Al-Qur’an diturunkan, ada sahabat Nabi yang menghafal ada pula yang mencatatnya.
Selama kurang lebih 21 tahun Al-Qur’an diturunkan, ada sahabat Nabi yang menghafal ada pula yang mencatatnya. “Saya telah menghimpun Al-Qur'an sesuai janjiku kepada Rasulullah." Begitu disampaikan Khalifah Utsman.
TRIBUNJAMBI.COM – Allah SWT menjamin bahwa Al-Qura’an akan selalu terjaga. Sebagaimana QS Al Hijr ayat 9 yang artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."
Terjaganya kitab suci umat Islam tersebut tak lepas dari peranan para sahabat Nabi.
Selama kurang lebih 21 tahun Al-Qur’an diturunkan, ada sahabat Nabi yang menghafal ada pula yang mencatatnya.
Mereka mencatat, menghapal dan mengamalkan Al-Qur’an.
Mengutip buku Rijal haula Rasul saw karya Khalid Muhammad Khalid yang diterjemahkan menjadi Biografi 60 Sahabat Rasulullah saw, Zaid bin Tsabit ditakdirkan sebagai penghimpun Al-Qur’an,
Ia memulai tugasnya sejak wahyu mulai turun pertama kali.
Pada masa khalifah Utsman bin Affan ra, Zaid bin Tsabit juga ditunjuk untuk menyeragamkan mushaf Al-Qur’an. “Saya telah menghimpun Al-Qur'an sesuai janjiku kepada Rasulullah." Begitu disampaikan Khalifah Utsman.
Profesor Doktor MM Al Azami dalam bukunya The History of The Qur'anic Text, menggambarkan dengan gamblang bagaimana Alquran terjaga sejak pertama kali diturunkan.
Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw oleh para sahabat dicatat, dihafal dan diajarkan.
Menurut MM Al Azami pada periode Madinah lebih kurang enam puluh lima sahabat yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad bertindak sebagai penulis wahyu.
Jumlah ini lebih sedikit dengan ketika di periode Makkah.
Saat Wahyu turun, Rasulullah secara rutin memanggil sahabat yang ditugaskan mencatat ayat yang diturunkan.
Berikut nama 65 sahabat yang ditugaskan menuliskan Wahyu tersebut.
Mereka adalah Abban bin Sa'id, Abu Umama, Abu Ayyub al-Anshari.