Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Militer RI

Gegara Misi Super Rahasia Soeharto, Prajurit Ini Bertaruh Diri Bila Gagal Siap Lepas Kewarganegaraan

Soeharto selain dikenal sebagai Presiden RI kedua yang menjabat sangat lama di Indonesia, juga dikenal sebagai sosok yang misterius.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Tribun Jabar
Benny Moerdani 

TRIBUNJAMBI.COM - Soeharto selain dikenal sebagai Presiden RI kedua yang menjabat sangat lama di Indonesia, juga dikenal sebagai sosok yang misterius.

Sehingga Presiden Kedua Indonesia untuk kehidupannya selalu jadi sorotan selama puluhan tahun selama memimpin Indonesia sebagai kepala negara.

Pasalnya tak banyak hal-hal yang diketahui dari Soeharto dan masih menjadi rahasia negara dan hingga kini tidak bocor soal dirinya.

Selama 32 tahun menjabat menjadi presiden RI, Soeharto pun pernah beberapa kali melakukan misi super rahasia yang dipercayakan kepada Benny Moerdani.

Presiden Soeharto
Presiden Soeharto (istimewa)

Satu diantara misi super rahasia Soeharto ini merupakan pembelian 32 pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk milik Israel pada tahun 1979.

Melansir dari buku berjudul "Benny Moerdani Yang Belum Terungkap", berikut cerita misi super rahasia Soeharto.

Nama sandi dalam misi super rahasia ini adalah Operasi Alpha, diambil dari huruf depan pesawat A-4E Skyhawk yang akan dibeli.

Pembelian pesawat tempur bekas A-4E Skyhawk ini secara diam-diam dilakukan karena Indonesia saat itu tak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

Ashadi Tjahjadi dalam bukunya berjudul 'Loyalitas Tanpa Pamrih', menceritakan sosok Benny Moerdani memberikan ancaman kepada para anggota yang ikut dalam misi super rahasia itu.

Benny juga mengancam tidak akan mengakui kewarganegaraan mereka jika misi ini gagal.

"Yang ragu-ragu silahkan kembali sekarang" kata Benny di dalam buku Ashadi Tjahjadi.

Misi super rahasia ini juga cukup merepotkan intelijen Indonesia karena harus mengirim tim mulai dari teknisi hingga pilot, tentunya dengan diam-diam.

Semua identitas prajurit ini yang dikirim dalam misi ini dibuang di laut Singapura.

Bahkan, untuk menjaga kerahasiaan, mereka juga menyebut Israel dengan Arizona (negara bagian AS).

Djoko Poerwoko, satu diantara anggota tim, dalam bukunya berjudul 'Menari di Angkasa', menceritakan bahwa awalnya mereka terbang ke Frankfurt, Jerman.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved