Breaking News:

VIDEO Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel Baru Sebut Palestina Teroris

Knesset yang beranggotakan 120 orang memilih Bennet sebagai Perdana Menteri Israel yang baru dengan selisih suara yang sangat tipis, 60 berbanding 59

Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM - Palestina bakal menemui masalah besar setelah Bennet menjadi Perdana Menteri Israel hasil kudeta.

Naftali Bennett menjadi Perdana Menteri Israel setelah parlemen alias Knesset menggulingkan Benjamin Netanyahu dan membentuk pemerintahan baru pada Minggu (13/6/2021).

Knesset yang beranggotakan 120 orang memilih Bennet sebagai Perdana Menteri Israel yang baru dengan selisih suara yang sangat tipis, 60 berbanding 59 suara.

Bennett mengambil alih kepemimpinan pemerintah Israel yang setelah didukung oleh koalisi delapan partai yang disatukan oleh Yair Lapid.

Melansir AFP, Bennett merupakan seorang nasionalis sayap kanan Yahudi, jutawan teknologi, dan mantan komandan pasukan khusus Israel.

Berusia 49 tahun, Bennett memimpin partai sayap kanan Yamina yang telah menyerukan Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki.

Pada akhir Mei, dua bulan setelah pemilu keempat Israel, Bennett mencapai kesepakatan dengan Lapid dan akhirnya membuka jalan bagi koalisi delapan partai di Knesset.

Bennett tinggal bersama istrinya bernama Gilat dan keempat anak mereka di kota Raanana.

Dia terjun ke dunia politik setelah menjual perusahaan start-up teknologinya seharga 145 juta dollar AS pada 2005.

Tahun berikutnya, Bennet menjadi kepala staf untuk Netanyahu yang saat itu masih menjadi oposisi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved