Breaking News:

Ternyata Ini yang Membuat Yasonna Laoly Menyesal pada Mendiang Istrinya Hingga Mohon Ampun

Kepergian Elisye Widya Ketaren membuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terpukul.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly didampingi empat orang anaknya saat prosesi pemakaman sang istri Elisye Widya Ketaren, di Pemakaman San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). 

Yasonna menceritakan, mendiang Elisye telah 51 hari berjuang melawan penyakit ganas.

Selama 51 hari tersebut, Elisye menjalani perawatan di RS Penang, Malaysia dan di RS Medistra, Jakarta.

Kabar duka datang dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Istrinya tercinta, Elisye W Ketaren meninggal dunia pada Kamis (10/6/2021) sore.
Kabar duka datang dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Istrinya tercinta, Elisye W Ketaren meninggal dunia pada Kamis (10/6/2021) sore. (ist)

Namun, hal yang membuat Yasonna sangat menyesal adalah dia tidak sempat menemani almarhum Elisye di saat-saat terakhir.

"Hanya satu hari saja aku tidak menemanimu tidur di rumah sakit. Untuk itu aku mohon maaf. Karena kamu bilang: "kalau aku meninggal tiba-tiba, nanti kamu tidak lihat aku saat menghembuskan nafas terakhir." Oh God! perkataanmu itu menghujam dan mengecutkan hatiku," kata Yasonna.

"Ternyata baru aku sadar, kamu sudah punya firasat, waktu mu menghadap Tuhan tidak lama lagi dan kamu ingin agar aku selalu ada di samping mu untuk waktu pendek yang sangat berharga itu," tutur Yasonna.

Berikut caption lengkap Yasonna Laoly dalam postingan Instagram pribadinya, @yasonna.laoly, yang dibuat pada Sabtu (12/6/2021) malam;

Goodbye my sweetheart. Lebih dari 42 tahun kita lalui bersama. Penuh suka dan duka, canda dan tawa, dan bunga-bunga hidup lainnya. Kita besarkan anak-anak bersama dengan segala dinamikanya. Tentu waktumu yang lebih banyak mengurus mereka dari aku, For that I am forever grateful. Kita mulai dari NOL sampai kita mencapai puncak, then all of a sudden you leave me. Kehilangan itu terasa sangat berat sekali.

Lima puluh satu (51) hari kamu berjuang melawan penyakit ganas itu di rumah sakit, mulai dari RS Penang, sampai di RS Medistra Jakarta. Hanya satu (1) hari saja aku tidak menemanimu tidur di rumah sakit. Untuk itu aku mohon maaf. Karena kamu bilang: "kalau aku meninggal tiba-tiba, nanti kamu tidak lihat aku saat menghembuskan nafas terakhir." Oh God! perkataanmu itu menghujam dan mengecutkan hatiku.

Kalau aku pergi kerja, selalu kamu tanya anak-anak: "mana daddy? Panggil daddy, panggil daddy..! Itu pertanyaan dan perintah rutinmu ke anak-anak. Secara bercanda aku bilang: "bilang ke mommy, daddy kerja. Daddy kan bukan pengangguran?" Aku minta maaf atas candaan itu. Ternyata baru aku sadar, kamu sudah punya firasat, waktumu menghadap Tuhan tidak lama lagi dan kamu ingin agar aku selalu ada di sampingmu untuk waktu pendek yang sangat berharga itu.

Thank you sweetheart for all the good times we had, sweet memories, and happiness we shared together. Aku mohon maaf atas semua kesalahan, kekhilafanku, dan hal-hal lain yang mungkin mengecewakanmu. Rest In Peace Honey!!! Daddy, Isabella, Fransisca, Tema, Romy, and our grandchildren, Nadya, Jacob, Matthew, Hana, Nathan, and Jeremy, juga menantu kita Julius dan Stevi, we all love you more than you can imagine! Isabella, Julius, serta cucu-cucu kita hanya bisa menyaksikan upacara pemakamanmu melalui Zoom. Sebab Isabella tidak bisa kembali ke Jakarta karena sedang dikarantina di Perth. Good bless you my sweetheart. Beristirahatlah dalam damai menuju tempat bapa di surga.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penyesalan Yasonna Laoly Tidak Sempat Temani Sang Istri di Saat-saat Terakhir: Aku Mohon Maaf.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved