Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penjelasan BMKG Terkait Awan Raksasa Berbentuk Tsunami di Langit Aceh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Nagan Raya mengimbau, warga Kabupaten Nagan Raya dan Meulaboh untuk tetap menin

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ist
Awan arcus kembali muncul di langit Suak Puntong, Nagan Raya, Sabtu (12/6/2021) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Langit Nagan Raya dan Meulaboh Aceh kembali diselimuti awan raksasa tersebut mirip gelombang tsunami pada Sabtu (12/6/2021) sekira pukul 07.00 WIB.

Awan arcus ini kembali hilang setelah angin kencang dan diguyur hujan lebat.

Tidak ada laporan dampak dari awan tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Nagan Raya mengimbau, warga Kabupaten Nagan Raya dan Meulaboh untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Puput Nastiti Devi Buka-bukaan Momen Dilamar Ahok Usai Dituding Jadi Pelakor Rumah Tangga Veronica

Baca juga: Modus Periksa Uang Jajan dan Masukan Tangan Ke Kantong, Kepsek SD Diduga Lecehkan Para Siswa

Baca juga: Megawati Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan : Semoga Memberikan Kontribusi Kemajuan Bangsa

Informasi diperoleh Serambinews.com, Sabtu, fenomena alam awan arcus terjadi sekira pukul 07.00 WIB hingga pukul 07.30 WIB.

Awan raksasa banyak disaksikan warga yang cukup besar di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir hingga Langkak.

Awan juga kelihatan di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang berbatasan dengan Nagan Raya.

Beberapa warga juga sempat merekam fenomena alam tersebut.

Sementara di Meulaboh, dari informasi warga juga melihat awan raksasa itu.

Hanya saja, lebih kecil dari yang pernah muncul beberapa waktu lalu.

Namun sekitar setengah jam kemudian, angin kencang melanda serta diguyur hujan deras.

Sehingga awan kembali hilang.

Beberapa warga dan pengendara di Nagan Raya menyatakan, takjub melihat fenomena alam tersebut.

Namun warga was-was, terhadap awan yang mirip gelombang tsunami itu.

"Ada sejumlah warga merekam. Sangat kelihatan," jelas Feri, seorang warga yang merekam di kawasan Suak Puntong.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved