Novel Baswedan Akhirnya Bicara soal Kaitan TWK KPK dengan Pilpres 2024

TWK sebagai syarat peralihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi ASN dinilai janggal.

Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNNEWS
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan 

Novel Baswedan Angkat Bicara soal Kaitan TWK KPK dengan Pilpres 2024

TRIBUNJAMBI.COM - Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadi ASN dinilai janggal.

TWK telah menyingkirkan 75 pegawai KPK termasuk para penyidik yang kini tengah menangani kasus-kasus besar.

Banyak spekulasi bermunculan yang mengaitkan TWK dengan pemilihan presiden 2024.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan akhirnya angkat bicara menanggapi isu TWK yang terus berkembang, dan kini dikaitkan dengan Pilpres 2024.

Namun Novel tidak bisa membenarkan isu tersebut. Akan tetapi, menurutnya, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Hal itu diungkapnya dalam tayangan YouTube Haris Azhar.

Baca juga: Pimpinan KPK Lili Pintauli Kena Masalah, Diduga Bocorkan Rahasia KPK, Penyidik Siap Jadi Saksi

Baca juga: Sri Mulyani Dianggap Pemalukan Presiden Jokowi, Benarkah Negara Bokek Sampai Pajaki Sembako? 

Baca juga: Ternyata Ini yang Membuat Yasonna Laoly Menyesal pada Mendiang Istrinya Hingga Mohon Ampun

Kompas.com telah mendapatkan izin dari Haris Azhar untuk mengutip perbincangannya dengan Novel pada hari Sabtu (12/6/2021).

"Saya kalau soal itu enggak ahli lah (kaitan TWK dengan Pilpres 2024). Segala kemungkinan itu bisa terjadi. Tapi untuk berspekulasi sampe ke situ saya bukan analis politik," ujar Novel.

Jika memang ada oknum-oknum yang ingin memanfaatkan KPK untuk hal-hal tertentu, menurut Novel, sudah pasti mereka yang berada di level pimpinan. Bukan pegawai atau pelaksana. 

"Kalau ada orang yang mau manfaatkan KPK, enggak mungkin ada di level pelaksana. Pasti di level pimpinan ya," kata dia.

Alasannya, kata Novel, pertama, setiap proses di KPK itu melalui berbagai tahapan.

Penyidik KPK, Novel Baswedan jadi pemimpin OTT dalam penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo.
Penyidik KPK, Novel Baswedan jadi pemimpin OTT dalam penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Kedua, semua proses di KPK harus dilengkapi dengan dokumen formal seperti surat perintah dan perizinan. 

"Saya kira di level pelaksana punya keinginan tertentu untuk suatu perkara itu enggak logis," ucap Novel.

Novel berkeyakinan di balik tidak lolosnya dirinya dengan 74 teman lainnnya, ada rencana besar yang sudah disiapkan untuk menghabisi mereka para pekerja yang benar dalam upaya memberantas korupsi.

"Saya tentunya meyakini ada kepentingan besar untuk menyingkirkan kami yang bekerja -sungguh-sungguh," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved