AS Manfaatkan Korea Selatan untuk Lawan Korea Utara dan China, Negara Tetangga Khawatir Ini Terjadi

Korea Selatan mengembangkan rudal mematikan yang dapat menjangkau China bahkan Rusia.

Editor: Teguh Suprayitno
SEPAH NEWS/ AFP PHOTO
Ilustrasi peluru kendali. 

TRIBUNJAMBI.COM - Korea Selatan mengembangkan rudal mematikan yang dapat menjangkau China bahkan Rusia yang jaraknya ribuan kilometer.

Penghapusan pembatasan jangkauan rudal Amerika Serikat (AS) memungkinkan Korea Selatan untuk mengembangkan teknologi persentaan militer baru.

Seperti dilansir dari sputniknews.com pada Sabtu (12/6/2021).

Korea Selatan kini mampu meningkatkan penangkal militer regionalnya sendiri.

Namun jika Korea Selatan benar-benar melakukannya, banyak yang khawatir hal itu dapat meningkatkan ketegangan dengan negara-negara tetangga.

Ini karena negara Asia Timur itu mendapatkan kembali otonomi penuh senjata non-nuklir setelah bertahun-tahun mengadvokasi.

Baca juga: China Bisa Buat Jepang Bertekuk Lutut dengan Cara Ini, Negeri Sakura Kini Mulai Kelabakan

Baca juga: Rencana Besar Amerika Hancurkan China Bocor, Padahal Sudah Siapkan Senjata Nuklir

Akhir bulan lalu, pemerintahan Joe Biden mencabut pembatasan terakhir pada program rudal Seoul, menghapus batas 800 kilometer pada jangkauan rudal balistik negara itu.

Dan, menurut para ahli, ini adalah perubahan kebijakan yang signifikan.

Karena rudal Korea Selatan sekarang secara teoritis dapat terbang cukup jauh untuk menghantam Beijing, Moskow, dan tempat lain.

Bahkan Korea Selatan juga bisa mengancam Korea Utara. Serta terlibat dalam konflik Taiwan dan Laut China Selatan.

"Korea Selatan sudah dapat secara langsung melawan ancaman rudal Korea Utara," kata Oh Miyeon, direktur di Dewan Atlantik, sebuah think tank di Washington.

"Pencabutan pedoman rudal memiliki implikasi keamanan regional, yang melampaui Semenanjung Korea."

Ilustrasi peluncuran rudal.
Ilustrasi peluncuran rudal. (SCMP/Handout)

Sebenarnya ini adalah taktik AS untuk melawan dua musuhnya Korea Utara dan China.

Sebab, pakar tersebut mencatat Korea Utara telah membangun persenjataan nuklirnya.

Sementara kekuatan militer China telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved